Viral

MIRIS! Izin Dicabut, Para Mahasiswa Malah Bongkar 'Dosa-dosa' STMIK Tasikmlaya: H-2 Minggu Penutupan Masih...

Oleh: Linda Wati Kamis 30 Mar 2023, 07:17 WIB
STMIK Tasikmalaya Ditutup

AYOJAKARTA.COM -- Kabar Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya yang ditutup ramai di jagat sosial media.

STMIK Tasikmalaya ditutup karena izin operasionalnya ditutup Kemendikbudristek.

Akibatnya, ratusan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya melakukan aksi demo di depan kampusnya.

Baca Juga: Viral Bikin Ngakak Guling-guling! Pedagang Jual Es Ferdy Sambo CS, Netizen: Sekali Minum Kena Tembak

Ratusan mahasiswa STMIK kompak memakai pakaian serba hitam dan membawa tulisan-tulisan untuk menuntut haknya.

Para mahasiswa tersebut meminta agar pihak yayasan maupun rektor dapat bertanggung jawab atas kejadian ini.

Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demo tersebut mempertanyakan bagaimana nasib mereka jika kampusnya ditutup.

Tak hanya rugi waktu, namun para mahasiswa juga telah rugi secara financial.

Bahkan salah satu mahasiswi yang ikut berdemo itu pun ada yang menyebut bahwa dua minggu sebelum ditutupnya kampus tersebut, mahasiswa masih diminta untuk membayar KRS.

Baca Juga: Viral Fenomena Bintang di Atas Bulan Sabit, Benarkah Tanda Malam Lailatul Qadar? Begini Penjelasan BRIN

“Kalau ini Kampus mau ditutup, dua minggu yang lalu masih saja harus membayar KRS,” kata salah satu mahasiswi yang berdemo, dikutip dari unggahan akun TikTok @ridwanyunder.

Tak hanya itu, dosa-dosa STMIK Tasikmalaya ini juga diungkap dalam unggahan tersebut.

Antara lain yaitu, jual beli ijazah, masalah kuliah kelas jauh, mahasiswa yang tidak terdaftar di pangkalan data Dikti, serta alumni yang ijazahnya tidak diakui.

Ketidakjelasan itu rupanya dirasakan juga oleh STMIK Tegal, yang diungkap oleh cuitan Twitter @DitaHerli****12.

Cuitan Twitter itu mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan mahasiswa STMIK Tegal.

Baca Juga: Usai Video Pemukulan Bertubi-tubi kepada Anaknya Viral, Ayah di Bombana Buat Surat Pernyataan

Mahasiswa STMIK Tegal merasa aneh karena tidak adanya kegiatan belajar mengajar dan tugas dari Dosen.

“Soalnya bener-bener nggak ada kegiatan apapun, tugas-tugas pun tidak ada,” isi percakapan dengan Mahasiswa STMIK Tegal.

Ia menyebut bahwa dalam grup kelasnya hanya ada pembahasan antar mahasiswa saja, sedangkan penanggung jawab tidak pernah menanggapi.

Mahasiswa STMIK Tegal pun mengaku merasa kebingunan ingin mengadu kepada siapa, sebab kampusnya sendiri selalu tutup.

“Kampus Tegal tutup terus kak,” balasnya.***(Linda Wati)

Reporter Linda Wati
Editor Wahyu Vitaarum