AYOJAKARTA.COM -- Drawing Piala Dunia U-20 yang sedianya dilangsungkan di Indonesia pada 31 Maret 2023 mendatang, batal terlaksana.
Namun Federation Internationale de Football Association atau FIFA membatalkan ajang bergengsi 2 tahunan piala dunia U-20 tersebut.
Dan sebagai konsekuensi dari pembatalan FIFA terkait Piala Dunia U-20 tersebut, Indonesia terancam sejumlah sanksi.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-20, Ganjar Pranowo Tolak Timnas Israel Main di Indonesia dan Harapkan Hal Ini
Pasalnya, timnas Israel yang telah dipastikan lolos sebagai peserta piala dunia U-20 sejak Juni 2022 mendapat penolakan.
Sebagian masyarakat Indonesia menilai, bangsa Israel merupakan bangsa penjajah yang telah banyak menumpahkan darah rakyat Palestina.
Sementara di sisi lain, negara Indonesia secara gamblang mendukung kemerdekaan bagi bangsa Palestina.
Bukan hanya itu, ketiadaan hubungan diplomatik secara resmi antara Indonesia dengan Israel juga menjadi alasan penolakan terhadap timnas Israel.
Baca Juga: Imbas Penolakan Gubernur Bali Terhadap Israel, FIFA Batalkan Drawing Piala Dunia U-20 2023!
Meski demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai tidak harus menyangkut-pautkan persoalan Olahraga dengan kepentingan Politik.
Namun penilaian Erick Thohir justru bertentangan dengan pandangan sejumlah pejabat publik di tanah air.
Penolakan terhadap keikutsertaan timnas Israel datang dari I Wayan Koster, yang merupakan Gubernur Bali.
Secara resmi, Gubernur Bali memberikan surat kepada Menpora yang meminta agar mengambil kebijakan larangan bertanding bagi timnas Israel.
Selain Gubernur Bali, penolakan terhadap timnas Israel juga datang dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Menurut Ganjar, dasar penolakannya terhadap kehadiran timnas Israel merupakan bentuk dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina.
Padahal selaku tuan rumah, Indonesia telah menyiapkan sejumlah kota untuk perhelatan tersebut, dimana Bali dan Jawa Tengah adalah salah satunya.
Baca Juga: DUH! Piala Dunia U-20 2023 Drawing Dibatalkan karena Penolakan Israel
Terkait dengan jalannya piala dunia U-20, Ganjar Pranowo berharap akan tetap dilangsungkan meski tanpa kehadiran timnas Israel.
Penolakan atas keikutsertaan Timnas Israel ke dalam daftar negara peserta Piala Dunia U-20 terjadi pada bulan Maret tahun 2023.
Sementara bagi Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun, tidak mempersoalkan kedatangan timnas Israel di Indonesia.
Zuhair menilai bahwa pelarangan atau penolakan tersebut merupakan wewenang langsung bagi pemerintah Indonesia.
Bahkan Zuhair menyarankan agar Indonesia bisa meniru Qatar ketika menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2022.
Dimana Qatar membiarkan warga Israel tetap berdatangan untuk melihat langsung bendera Palestina yang banyak berkibar di penjuru Qatar.
Penolakan Indonesia terhadap atlet Israel bukan saja terjadi di dunia Sepak Bola, tetapi juga di Bulu Tangkis, ESport, serta Sepeda.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta pada Selasa, 28 Maret 2023 dari berbagai sumber.***(Karseno AJ)