AYOJAKARTA.COM -- Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU menjadi viral usai terlibat kasus korupsi.
Penetapan I Nyoman Gde Antara sebagai tersangka, merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali.
Berdasarkan perhitungan sementara, I Nyoman Gde Antara telah merugikan negara dengan nominal mencapai miliaran rupiah.
Lantas siapakah I Nyoman Gde Antara sebenarnya?
Intip berikut ini profil I Nyoman Gde Antara sosok viral yang tersangkut kasus koeupsi miliaran rupiah.
Profil I Nyoman Gde Antara
Terkuaknya kasus penggelapan uang tersebut tentu saja membuat mata publik terbelalak, sebab tersangka lebih dikenal sebagai sosok yang merakyat, luwes dan cerdas.
Sifat egaliter dan kecerdasan tersebut terungkap dalam satu wawancara usai I Nyoman Gde Antara dinobatkan sebagai Rektor Unud periode 2021 - 2025.
Dalam penjelasannya ketika itu, I Nyoman Gde Antara memaparkan strateginya sebagai rektor baru di tengah kepungan pandemik.
Meraih gelar sarjana tahun 1990 dari ITS, I Nyoman Gde Antara memulai karir sebagai dosen muda di Unud hingga tahun 1998.
Berhasil mendapatkan beasiswa dari Jepang, I Nyoman Gde Antara atau disingkat INGA kembali lagi tanah air dengan membawa gelar Doktor.
“Saya berangkat tahun 1998, gelar Master selesai tahun 2001, dapat rekomendasi beasiswa dan selesai tahun 2004,” jelas INGA.
Prestasi INGA sebagai Sekretaris Bidang Penelitian, Kabid Penelitian LP2M, hingga Ketua LPPM membuatnya dipercaya menjadi Wakil Rektor I Unud.
“Kemudian dari Wakil Rektor I, dipercaya oleh Civitas Akademika untuk menjadi Rektor,” jelas INGA dua pekan usai pelantikan.
Meski sudah menempati jabatan Rektor, sesekali INGA juga masih menemani mahasiswa untuk melakukan proses pembimbingan dan pengujian.
Menjadi Rektor pertama Unud dengan latar belakang Tehnik, diungkap INGA bukan merupakan sebuah persoalan.
Selain karena mudah berbaur dengan banyak kalangan, INGA juga menyebut kesederhanaan merupakan hal biasa dan tidak mengejutkan.
Baca Juga: Waduh! Merasa Gemas Driver Ojol Beri Bogem Pelaku Pelecehan Seksual, Warganet: Bintang 5 Bang!
Pengalamannya sebagai tenaga lapangan yang mengharuskan untuk berbaur, masih terbawa walau INGA sudah menjadi Rektor.
“Saya dari dulu dengan siapa saja cair, udah biasa minum bareng di pojokan, karena kita biasa makan nasi bungkus di comberan,” ungkap INGA.
Kesederhanaan INGA dalam berbaur berbanding terbalik dengan caranya sewaktu menghadapi pekerjaan.
“Permintaan saya tinggi, kualitas tetap nomor satu, tidak boleh ditawar, karena itu saya dipercaya menjadi Rektor,” imbuh INGA.
Persaingan yang berat dari ribuan dosen di UNUD hingga dipercaya menjadi Rektor, menurut INGA merupakan buah dari keseriusan dan ketekunan.
“Mudah-mudahan saya bisa melakukan tugas dengan baik,” pungkas INGA dikutip AyoJakarta pada Senin, 13 Maret 2023 dari kanal Youtube Kabarbalihits.***(Karseno AJ)