AYOJAKARTA.COM -- Nama Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Subang, Jawa Barat mendadak viral di jagat maya.
Terkenalnya RSUD Subang berawal dari kabar penolakan salah seorang pasien bernama Jujun Junaedi yang datang bersama Kurnaesih, istrinya yang tengah hamil tua.
Akibat dugaan penolakan yang dilakukan RSUD Subang tersebut, Jujun kehilangan istri dalam perjalanan menuju RS Hasan Sadikin, Bandung.
Baca Juga: Miris! Seorang Ibu Hamil Harus Meregang Nyawa Bersama Calon Bayinya Karena Ditolak RSUD Subang
“Setibanya di UGD diterima, namun ketika masuk ruang Poned Kurnaesih ditolak karena belum ada konfirmasi,” ujar Jujun menceritakan kronologi.
Klarifikasi terkait Ibu Hamil Meninggal karena Ditolak RSUD Subang
Atas peristiwa tersebut, Maxi selaku Kepala Dinas Kesehatan Subang, Jawa Barat memberikan pernyataan.
“Mungkin situasinya saat itu serba darurat, ICU penuh, sehingga ada sikap-sikap yang mungkin luput komunikasi,” jelas Maxi.
Dengan adanya kabar yang mengejutkan jagat maya tersebut, RSUD Subang kemudian melakukan konferensi pers.
Baca Juga: Miris! RSUD Subang Tolak Pasien Kritis karena Belum Dapat Rujukan, Ibu dan Anak Dinyatakan Meninggal
Dalam jumpa pers tersebut, perwakilan RSUD menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya Kurnaesih.
Lebih lanjut RSUD Subang juga mendoakan semoga almarhumah mendapat tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita doakan almarhumah di tempatkan di sisi Allah SWT, di maafkan segala kekhilafan, serta diampuni segala dosa-dosanya,”
Pada kesempatan itu, RSUD Subang menjelaskan bahwa meninggalnya Kuranesih yang dikabarkan karena penolakan, tidak ada unsur yang disengaja.
Situasi yang mengharuskan pasien untuk mendapatkan penanganan lebih intensif, membuat RSUD Subang mengambil keputusan.
“Namun karena kondisi pasien tersebut yang membutuhkan penanganan dan ruang ICU penuh, maka pasien tidak bisa ditangani di RSUD Subang,”
Atas peristiwa yang terjadi, untuk masa mendatang RSUD Subang akan melakukan sejumlah pembenahan terkait dengan pelayanan kesehatan.
Guna mengantisipasi agar tidak terjadi lagi peristiwa sebagaimana dialami Kurnaesih, RSUD Subang akan melakukan sejumlah kesepakatan dengan RS terdekat.
Terkait dengan masih adanya kesimpangsiuran kabar yang mengakibatkan kematian Ibu Hamil, dalam jumpa pers tanggal 6 Maret 2023 lalu kemudian diketahui kronologi.
Dari keterangan tersebut kemudian diketahui bahwa pada 16 Februari 2023, mendiang Kurnaesih mendatangi Bidan Desa dengan keluhan mules sekitar jam 16:30.
Bidan Desa yang saat itu sedang berada di Puskesmas selanjutnya menemui Kurnaesih dan melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kemudian diketahui Kurnaesih menunjukkan tanda ingin melahirkan.
Baca Juga: Festival 7 Sungai di Subang Sudah Dibuka, Catat Tanggal dan Lokasinya !
Sekitar jam 19:00 Kurnaesih muntah dan terjadi pecah ketuban, dalam perjalanan menuju RSUD Subang, pasien kembali muntah.
Tiba di RSUD, saat melakukan pemeriksaan pasien Kurnaesih kembali mengalami muntah, namun sudah muntah darah.
Selain memberi rujukan, RSUD Subang juga mengungkap bahwa dua hari sebelum kejadian, Kurnaesih sempat menjalani pemijatan di bagian perut.
“Kami mencurigai telah terjadi pelepasan plasenta yang sifatnya parsial,” ujar juru bicara seperti dikutip AyoJakarta pada Selasa 7 Maret 2023 dari kanal Youtube Jabar Publisher. ***(Karseno AJ)