AYOJAKARTA.COM -- Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, mengalami kebakaran pada pukul 20:20 Wib yang diduga kebakarannya berasal dari pipa penerimaan BBM-nya.
Dalam hal ini, Manager Communication Pertamina Wilayah Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengatakan, saat ini pertamina tengah fokus penanggulangan dan menahan kobaran api agar tidak meluas.
"Jadi betul tadi malam sekitar pukul 22:00 wib lewat sedikit telah berhasil memadamkan api dan sudah berupaya untuk mendinginkan dengan harapan tidak adanya api karena sudah didinginkan dan dipadamkan. Kita saat ini fokus pada penanggulangan korban, " kata Eko.
Baca Juga: Erick Thohir Sidak ke Lokasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Ungkap Soal Janji Ini kepada Korban
Ia juga berharap dengan adanya evakuasi ini tidak akan menimbulkan dampak yang begitu luas akibat kebakaran depo pertamina ini.
Tak hanya itu saja ,Eko juga memastikan bahwa suplai BBM tetap bisa berjalan seperti biasanya tanpa terganggu oleh ledakan yang terjadi pada jumat (3/3).
"Kemudian juga kita pastikan bahwa suplai BBM juga tidak mengalami kendala setelah kejadian ini, " jelas Eko yang dikutip AyoJakarta.com pada tayangan Metro TV ,Sabtu (4/3).
Eko juga menjelaskan bahwa biaya korban yang terkena ledakan depo pertamina ini semuanya ditanggung oleh pihak pertama tanpa dibebankan kepada korban.
"Ya tentunya tidak akan kita bebani kepada korban, jadi harapan kita semoga penangan ini semoga maksimal sehingga bisa segera pulih kembali untuk yang luka-luka dan kita akan optimalkan lagi penanganannya, " kata Eko lebih lanjut.
Selanjutnya Eko juga menegaskan untuk pendistribusian BBM ini bisa terjaga, dan pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait penyebab terjadinya ledakan kebakaran depo pertamina tersebut.
Untuk saat ini Eko juga menjelaskan bahwa tidak bisa menduga-duga akibat terjadinya kebakaran di depo karena ia masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait kasus ledakan ini.
Adapun hasil investigasi akan dipelajari kembali agar bisa mencarikan solusi terbaik sehingga kejadian ini tidak terulang kembali nantinya.
Disisi lain Eko menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di pipa penerimaan BBM dari Balongan, Indramayu. Jadi untuk petugas pertamina ini memang ada karena pertamina beroperasi 24 jam.
Terakhir ia juga mengatakan bahwa setelah investigasi nanti akan diberitahukan apa penyebab kebakaran di depo serta pihaknya akan fokus kepada korban dan menjamin pasokan suplai BBM tersebut aman dengan mekanisme yang sudah dirancang oleh pertamina.***(Cita Aryani. M)