AYOJAKARTA.COM -– Kabar duka datang dari Ibu Kota DKI Jakarta, Indonesia pada Jumat, 3 Maret 2023 Malam.
Terjadi insiden kebakaran pipa bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Depo Plumpang, Koja, Jakarta Utara.
Akibatnya warga di sekitar wilayah Depo Pertamina Plumpang terkena imbas dari kebakaran.
Menurut data terakhir pada Pukul 13.00 Sabtu (4/3/2023), Polisi mengungkap terdapat 17 orang tewas, dan 51 warga terluka akibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Ketua RW 09 Kampung Tanah Merah, Abdu Syakur menjelaskan alasan warga tidak mampu menghindari kebakaran dahsyat.
Sebab warga tak mampu hindari kebakaran
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Minggu, (4/3/2023), Abdu Syukur menceritakan sebelum terjadi kebakaran, warga sempat mencium bau BBM.
“Yang terjadi pada malam itu, lokasi dua RW, RW 9 dan RW 1 itu dipenuhi dengan bau BBM, itu ada beberapa warga yang muntah, bahkan sampai pingsan,” kata Ketua RW 09.
Mencium bau BBM yang sangat menyengat, Ketua RW langsung mengimbau warga untuk mengevakuasi di satu titik.
“Kejadian itu Pukul 19.30 WIB, warga sudah ribut, dan kami pengurus dua RW ini kami langsung kumpul di satu titik, langsung mengevakuasi warga di jam itu,” ungkap Abdu.
Menurut pernyataan Abdu, sebagian warga telah dievakuasi sebelum terjadi ledakan tiga kali dari Depo Pertamina Plumpang.
“Alhamdulillahnya, kami sempat mengevakuasi sebagian warga, Pukul 20.00 WIB baru terjadi ledakan yang dahsyat, terjadi dentuman 3 kali,” jelas Abdu.
Lebih lanjut Ketua RW 01 Kampung Tanah Merah menambahkan bahwa ia juga telah menghimbau warganya untuk menjauh dari area bau BBM.
“Kalau semalam itu kita imbau lewat Masjid kepada warga untuk segera menjauh dari area, tidak menyalakan kompor, atau korek api,” lanjut Ketua RW 01.
Penyebab sebagian warga tidak mampu menyelamatkan diri dari ledakan pipa Pertamina itu karena ada yang terkunci.
Terlebih warga sangat panik, bahkan ada anak yang tak kuasa menggendong Sang Ibu untuk dievakuasi, hingga akhirnya menjadi korban.
“Ada beberapa warga yang memang posisinya terkunci, dia sempat panik, ada sebagian Ibunya karena tidak kuat untuk digendong anaknya balik lagi akhirnya terbakar juga di dalam,” jelas Ketua RW 01.
Abdu Syukur kembali menjelaskan bahwa api yang merambat ke rumah warga diperkirakan pengaruh uap BBM yang sebelumnya menyebar.***(Winna Anaziah)