AYOJAKARTA.COM - Kembali heboh aksi dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani, usai melakukan sujud di kaki Guru Pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB).
Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang Mensos Tri Rismaharani tengah mencuci mobil sendiri.
Dalam video yang beredar, Tri Rismaharani mencuci mobil sendiri menggunakan selang dan memakai baju putih lengan panjang, dipadukan dengan celana hitam serta kerudung hitam.
Dilansir AyoJakarta.com dari unggahan akun Instagram @undercover.id pada Minggu, 26 Februari 2023 video tersebut pun mengundang beragam komentar dari warganet.
Sebetulnya mencuci mobil sendiri itu adalah hal yang biasa dan bisa dilakukan oleh siapa saja.
Namun mayoritas tanggapan warganet di kolom komentar berisi tentang sindiran yang menohok.
Baca Juga: Mensos Risma Ketar-ketir Dana Bansos Tidak Cair, Curhat ke DPR Agar Menkeu Sri Mulyani Buka Blokir
Ada yang menyebut bahwa aksi yang dilakukannya justru malah nampak pencitraan.
“mindset sekelas Menteri kok cuma pencitraan yah,” kata dhanesxxxx dalan kolom komentar.
“awal-awal sih respect dan kelihatan wow gitu, sekarang kok malah cringe yah,” kata @ervanxxxxxxxx dalam kolom komentar.
Baca Juga: Dana Bansos Diblokir, Mensos Risma Surati Sri Mulyani, Lantas Benarkah Dan Tersebut Tidak Akan Cair?
Warganet pun ada yang menyindir perihal aksi sujud yang dilakukan Menteri wanita satu ini.
“mau sujud lantainya becek, nanti mripatnya teles,” tulis @quoxxxxx dalam kolom komentar.
Seperti diketahui eks Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani ini sempat melakukan aksi sujud di kaki guru pengajar Sekolah Luar Biasa (SLB).
Baca Juga: Tegas! Norma Risma Laporkan Ibu dan Mantan Suami ke Polisi, Bentuk Balasan dari Somasi
Aksi yang dilakukan oleh Mensos ini dikakukan saat salah seorang guru Pengajar SLB yang menagih janjinya terkait hibah lahan seluas 1.609 meter.
Aksi sujud tersebut justru malah mengundang banyak cibiran dan tanggapan miring warganet.
Mengingat lahan yang dijanjikan sebelumnya itu penting untuk mengembangkan fasilitas sekolah, sehingga wajar jika diharapkan.***