Viral

Profil Bupati Pati Sudewo yang Tuai Kontroversi Naikkan PBB 250 Persen, Nantang Warga Berakhir Minta Maaf

Oleh: Admin Jumat 08 Agu 2025, 13:59 WIB
Bupati Pati, Sudewo

AYOJAKARTA.COM- Salah satu berita viral yang ramai jadi sorotan ialah kasus dari Bupati Pati yakni Sudewo yang baru-baru ini menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250%.

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber Kebijakan yang diambil oleh Sudewo ini diumumkan pada 18 Mei 2025 ketika melakukan rapat tertutup bersama camat dan Paguyuban Solidaritas Kepala Desa (Pasopati) di Pendopo Kabupaten Pati.

Sontak kebijakan yang tidak pro rakyat di sra ekonomi yang sedang sulit ini pun tuai kontra dari masyarakat.

Baca Juga: PIS Siap Cetak 20 Talenta Pelaut lewat Program Beasiswa Crew Talent Scouting

Mendapatkan kritik dari masyarakat dirinya sempat melontarkan kata-kata seperti menantang warga.

Sudewo yang tetap dengan kebijakannya menyebutkan tak gentar walau ada 50 ribu orang yang menolak kebijakannya.

"Silahkan bawa 50 ribu orang, saya tidak akan gentar," pungkasnya dikutip ayojakarta.com

Gelombang protes pun ramai dilakukan hingga pernyataan Sudewo viral di berbagai platform media sosial.

Akhirnya Sudeo pada Kamis 7 Agustus 2025 diketahui meminta maaf dan akan meninjau ulang kebijakan tersebut.

Baca Juga: Miris! 5 Tragedi Banjir Terparah di DKI Jakarta Sepanjang Sejarah, Bahkan Ada yang Mencapai 80 Orang Tewas

Lantas seperti apa profil dari Sudewo?

Profil Sudewo Bupati pati

Sudewo lahir di Pati Jawa Tengah pada 11 Oktober 1968.

Mengenyam pendidikan S1 jurusan Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret pada tahun 1993 dan S2 Magister Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro pada tahun 2001.

Karier politiknya dimulai pada thaun 2009-2013 dan 2019-2024 sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra dan pada tahun 2025 tepatnya di bulan Februari resmi menjadi Bupati Pati bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.

Sebagai informasi Sudewo menilai kebijakan PBB 250% ini adalah penyesuaian yang tidak dilakukan sejal 14 tahun terakhir, selain itu untuk pembangunan infrastruktur.***

Reporter Admin
Editor Jinan Vania Barizky