AYOJAKARTA.COM - Salah satu brand hijab Indonesia Rabbani diketahui baru-baru ini viral usai promosi yang dianggap menyalahkan korban pelecehan seksual.
Promosi dari brand Rabbani tersebut diketahui diunggah pada Senin (26/12/2022) namun menurut pantauan ayojakarta saat ini konten tersebut sudah di takedown.
Warganet yang sudah menonton konten Rabbani tersebut pun banyak yang terheran-heran sebab dalam video tersebut brand hijab yang sudah lama ada di Indonesia ini menyebut wanita bodoh serta menyalahkan korban pelecehan seksual karena pakaian yang dipakai.
Seperti yang diketahui kasus pelecehan seksual bisa terjadi kepada siapapun, tidak mengenal gender bahkan usia.
Bayi bahkan balita, lelaki maupun perempuan bisa menjadi korban pelecehan seksual.
Tentu video Rabbani inipun penuh dengan hujatan warganet yang kecewa.
Berikut tulisan dari video Rabbani dikutip oleh Ayojakarta.com dari yoursay.suara.com
Baca Juga: Hukum Berhubungan Suami Istri saat Tahun Baru Apakah Dilarang? Ini Kata Buya Yahya
"Ketika perempuan berpakaian minim. Jika terjadi pelecehan. Siapakah yang salah? Posisi wanita tidak salah jika dilihat dari sudut wanita karena setiap wanita berhak menggunakan pakaian apapun. Jadi laki-lakinya aja yang mesum. Namun jika dilihat dari sudut pandangan pria. Wanita yang berpakaian terbuka itu bodoh. Tidak ada asap tidak ada api. Wanita yang berpakaian terbuka akan mengundang seorang pria yang berniat berpikiran buruk,"
Lebih lanjut brand Rabbani menyebutkan pria harus menjaga pandangan serta mempersalahkan siapa yang salah dalam hal ini dengan menyebut wanita bodoh.
"Tidak berlaku untuk sebaliknya. Wanita sehendaknya menggunakan pakaian tertutup. Tidak memberikan kesempatan untuk pria yang berpikiran jorok. Pria seharusnya menjaga dan minimalisir pandangan yang mengundang syahwat. Pria yang salah atau wanitanya yang bodoh?" sambungan tulisan dalam video.
Aktivis sekaligus penulis Kalis Mardiasih pun membagikan opininya melalui akun official Twitternya.
Kalis membagikan fakta dan mitos tentang terjadinya pelecehan seksual di masyarakat dengan memberikan pula artikel.
Baca Juga: Cermati Cara Mendapatkan Bansos BPNT 2023, Gampang Banget Cukup Klik Link di Sini!
"Untuk Rabbani Kerudung dan materi iklan yang victim blaming dan penuh stigma kepada perempuan korban KS maupun laki-laki.
Mitos dan Fakta Kekerasan Seksual.
Utas:," tulisnya
Diakhir thread yang ia tulis, ia memberikan saran kepada brand Rabbani bahwa iklan seperti tidak akan laku apalagi di tahun 2023 dan sudah adanya UU TPKS
"Untuk pembuat iklan yang masih berpikir iklan macam begini masih laku untuk pasar perempuan, kalian salah besar. Ini tahun 2023. UU TPKS sudah sah. Masyarakat udah semakin teredukasi mitos dan fakta kekerasan seksual.
Iklan misogini hanya menunjukkan level kualitas brand," ujarnya
Baca Juga: Bukan Sadboy Biasa, Sang Kakak Sebut Fajar Sadboy Ternyata Seorang Hafiz Al- Quran, Warganet : Keren
Kini kolom komentar di Instagram Rabbani @rabbaniprofesorkerudung banjir hujatan netizen mulai dari yang mengingatkan hingga mengcancel brand besar ini.
"Rabbani brand fav dr jamanan smp, kaget tbtb boom karna campaign kekerasan karna pakaian wanita nya yg dianggap “b0d0h” kaget sih. bisa bisanya pake tag line itu sbg bahan konten, miris."
"Istighfar min, jangan takabur dan merasa pasti jadi calon penghuni surga."
"cancel aja ini brand. gak waras semua isinya,"
"Gws, sick banget victim blaming,"
"canceled!!!!,"***