AYOJAKARTA.COM – Direktur Umum PPK Gelora Bung Karno mendesak pihak aplikator Jagat untuk menghapus kawasan GBK dalam daftar perburuan Koin Jagat.
Dampak dari perburuan Koin Jagat yang dilakukan oleh para pemain aplikasi tersebut di kawasan GBK, menurut Hadi Sulistia sudah menyebabkan sejumlah kerusakan.
Selain membongkar sejumlah paving blok, para pemburu Koin Jagat di kawasan GBK juga diduga menjebol panel listrik serta tiang lampu.
Baca Juga: Cek! 6 Daftar Bansos yang Siap Cair Tahun 2025, PKH, BPNT dan PIP Masuk List!
“Yang rusak itu ada di beberapa area, paving yang dibongkar kemudian panel listrik yang dijebol, mereka berpikir koin itu disembunyikan di dalamnya,” ungkap Hadi.
Guna memastikan kenyamanan bagi pengunjung, Hadi menambahkan pihak pengelola GBK langsung melakukan perbaikan serta menyatakan protes ke pihak Aplikator.
Lebih lanjut Hadi meminta kepada pihak pembuat aplikasi Jagat untuk menghapus peta komplek GBK dalam daftar permainan.
Tindakan yang dilakukan saat berburu Jagat Koin, menurut Hadi dapat berpotensi membahayakan keselamatan dari para pemain itu sendiri.
Menjadi salah satu tren baru dalam mencari peruntungan di masyarakat, perburuan koin Jagat bukan hanya terjadi di Jakarta.
Selain Jakarta, perburuan koin jagat yang dapat ditukar menjadi uang tunai hingga mencapai ratusan juta rupiah juga terjadi di Bandung, Surabaya dan Bali.
Mengusung konsep permainan gabungan antara peta digital dengan dunia nyata, para pemain diharuskan untuk berkompetisi mencari koin yang tersebar di sejumlah titik.
Baca Juga: 3 Cara Ampuh Mengatasi Memori Penuh di HP OPPO, Dijamin Berhasil!
Terdiri dari tiga varian koin yang bercorak Emas, Perak dan Perunggu, masing-masing koin menawarkan saldo e wallet sedikitnya Rp 300,000 jika ditukarkan melalui aplikasi.
Sehubungan dengan banyaknya keluhan sejumlah kalangan akibat kerusakan yang timbul dari aktivitas perburuan koin, Menteri Komunikasi dan Digital memberi tanggapan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Meutya Hafid mengaku tengah mempelajari setiap aturan terkait penggunaan aplikasi.
“Saya sendiri baru mendapat masukan sehingga kita akan pelajari dulu, apa aplikasi ini, kerugian seperti apa dampaknya,” ungkap Menkomdigi.
Lebih lanjut Meutya menegaskan, Kementerian Komunikasi dan Digital akan secepatnya melakukan tindakan setelah memiliki informasi mencukupi.
Baca Juga: Simak Prediksi Nilai Rata-rata SNBP Universitas Brawijaya 2025 Untuk Semua Jurusan
Selain mendapat tanggapan dari Menkomdigi, perburuan koin Jagat juga tengah mendapat perhatian khusus dari pihak kepolisian.
Menurut Kombes Pol Ade Ary Indradi selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, pihaknya telah melakukan pemantauan dan mencermati perkembangan.
Karena itu, Kombes Ade menghimbau agar setiap tindakan yang dilakukan setiap warga negara tidak bertentangan dengan prinsip Kamtibmas.
“Kami dapat kabar ada fasilitas yang rusak, tolong tidak ada aktivitas yang dapat merugikan pihak lain,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya. ***