AYOJAKARTA.COM—Sebanyak 12 Anak Bajang rambut gimbal akan dipotong rambutnya dalam event Dieng Culture Festival (DCF) XIII 2022, yang digelar 2-4 September 2022.
Keduabelas anak bajang itu berasal dari Pekalongan, Batang, Wonosobo, Jakarta. Mereka siap mengikuti ritual pemotongan rambut.
Ketua Pokdarwis Dieng Kulon, Banjarnegara Alif Fauzi mengatakan para peserta yang akan dicukur dalam gelaran DCF 2022 tersebut sudah masuk dalam daftar.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Akan Mengungkap Pendapat Orang Lain Tentangmu!
“Panitia juga sebelumnya melakukan seleksi peserta bocah rambut bajang yang akan ikut dalam prosesi DCF 2022. Jumlah peserta yang dicukur ada 12, sudah kita pilih. Itu beragam alamat, ada dari Pekalongan, Batang, Wonosobo, Jakarta, dan sebagainya,"ujarnya dikutip dari Suara.com, Kamis (4/8/2022).
Event Dieng Culture Festival (DCF) XIII 2022 mengusung tema Return Of The Light. Ada beberapa agenda yang biasa digelar dalam event tersebut salah satunya adalah pencukuran rambut anak gimbal.
Ritual ini sangat menarik, dan mengundang penasaran para pengunjung. Mereka ingin melihat rambut yang konon katanya sakti dan susah dipotong itu.
Apakah itu Anak bajang, dan mitos apa yang menyertai Anak Bajang itu.
Berikut ulasan yang dikutip dari beragai sumber.
Anak Bajang/ bocah bajang merupakan sebutan untuk anak Dieng yang memiliki rambut panjang yang gimbal. Mereka diyakini sebagai titisan para leluhur Dieng Plateu.
Bila anak lelaki Bajang, diyakini merupakan titisan Kiai Kaladete, penguasa Dataran Tinggi Dieng yang bersemayam di Telaga Balaikambang di dekat Kompleks Candi Arjuna.
Sementara anak perempuan Bajang diyakini merupakan titisan Nyai Dewi Roro Ronce abdi penguasa Pantai Selatan Nyai Roro Kidul.
Konon awalnya rambut para bocah ini tumbuh normal seperti manusia lainnya. Namun rambut gimbal pada mereka tumbuh dengan sendirinya secara alami.
Biasanya sebelum tumbuh gimpal, anak tersebut akan mengalami demam tinggi terus menerus dan marah-marah atau ngomel. Rambut ini bisa berubah kembali atas keinginan anak yang bersangkutan untuk potong rambut atau cukur.
Sebelum ritual pemotongan rambut gimbal pada anak Bajang, biasanya orangtua harus mengabulkan permintaan anak sebagai syarat, tujuannya agar rambut gimbal anak yang bersangkutan tidak tumbuh lagi.***