Wisata

Garuda Indonesia Tetap Terbang ke Australia dan Belanda

Oleh: Admin Sabtu 21 Mar 2020, 08:36 WIB
Di tengah pandemi COVID-19, Garuda Indonesia memastikan layanan penerbangan dari dan menuju Australia dan Belanda akan tetap beroperasi. (ilustrasi/aviatren.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah pandemi COVID-19, Garuda Indonesia memastikan layanan penerbangan dari dan menuju Australia dan Belanda akan tetap beroperasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam keterangan tertulis menyatakan, tetap beroperasinya penerbangan dari dan menuju Australia dan Belanda merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia untuk memfasilitasi pergerakan warga negara Indonesia yang akan kembali ke Indonesia dari kedua negara tersebut, maupun warga negara Belanda dan Australia yang akan kembali ke negaranya masing-masing dari Indonesia.

Pengoperasian penerbangan tersebut tentunya kami lakukan dengan menyesuaikan permintaan maupun kebutuhan yang ada.

“Frekuensi penerbangan kedua negara tersebut akan kami sesuaikan dengan kebutuhan trafik pergerakan penumpang,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan tidak ada penutupan penerbangan ke negara selain dari dan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Mainland China yang telah diterapkan sejak 5 Febuari 2020.

Saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan dari dan menuju Belanda melalui rute Jakarta - Amsterdam PP.

Sedangkan untuk Australia, Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Jakarta - Sydney PP; Denpasar - Sydney PP; Jakarta - Melbourne PP; Denpasar - Melbourne PP; Jakarta - Perth PP; dan Denpasar - Perth PP.

Anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di segmen penerbangan berbiaya hemat (low cost carrier) Citilink Indonesia turut melayani rute penerbangan Denpasar - Perth PP.

“Pada kesempatan ini kami turut mengimbau pengguna jasa untuk melakukan pengecekan berkala atas jadwal penerbangan yang dituju termasuk bagi calon penumpang yang ingin melakukan perubahan jadwal dan reroute rencana penerbangan. Kami turut menerapkan kebijakan yang fleksibel atas kebutuhan perubahan rencana penerbangan tersebut,” kata Irfan, dikutip dari Antara

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom