Wisata

Wishnutama: Lewat Pariwisata, Ekonomi Kreatif Bisa Menyejahterakan

Oleh: Admin Selasa 17 Des 2019, 09:22 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio (tengah, berbatik), di acara Penyerahan Simbolis Bantuan Pemerintah Bekraf 2019, Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (Dok. Menparekraf)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kegiatan ekonomi kreatif (Ekraf) di luar kota-kota besar seharusnya bisa berkembang lebih pesat jika dipromosikan lebih gencar. 

Sektor pariwisata melalui program-program turisme harus dapat digunakan secara positif untuk kemajuan pelaku Ekraf. 

Pesan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, di acara Penyerahan Simbolis Bantuan Pemerintah Bekraf 2019, Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, kemarin (Senin, 16/12/2019). 

Kegiatan kemarin itu merupakan akhir dari rangkaian program Bantuan Pemerintah Bekraf 2019 yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2018. Sejak dibukanya penerimaan proposal Bantuan Pemerintah Bekraf 2019 pada 1 Desember 2018 sampai dengan 28 Februari 2019, Bekraf telah menerima sebanyak 1167 proposal yang kemudian diseleksi secara ketat meliputi seleksi administrasi, seleksi teknis, dan verifikasi lapangan. Akhirnya, terkurasi sebanyak 44 pengusul yang ditetapkan sebagai penerima Banper Bekraf 2019.

Ditegaskan Wishnutama, Ekraf harus bisa dirasakan hingga di pedesaan serta kota-kota kecil. Melalui pariwisata, ekonomi kreatif bisa dirasakan sehingga melahirkan kesejahteraan. 

"Saat wisatawan datang maka buat ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung masyarakat lokal tersebut, dan itu kita lakukan di Labuan Bajo," perintah Wishnutama.

Deputi Infrastruktur Baparekraf, Hari Santosa Sungkari, menambahkan, revitalisasi dibutuhkan para pelaku Ekraf dalam menghasilkan karya mulai dari musik, fashion, kuliner hingga pertunjukan. 

“Infrastruktur Ekonomi Kraatif berupa Ruang Kreatif, Sarana, dan Teknologi pendukung akan mempercepat lahirnya SDM Kreatif unggul yang akan berkreasi, memproduksi dan mendistribusikan karyanya serta memberikan tempat atau platform untuk konsumen menikmatinya,” ujar Hari Santosa Sungkari.

Program Banper ini bersifat stimulan dan merupakan usul dari para pelaku kreatif. Juga sebagai penerjemahan fungsi Deputi Infrastruktur, yaitu pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan terkait pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif.

Sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini, tercatat sudah sebanyak 59 Ruang Kreatif yang direvitalisasi.

Lalu 9.490 unit Sarana dan 1.713 Teknologi Informasi dan Komunikasi telah diberikan kepada 136 penerima Banper yang tersebar dari Kota Sabang sampai dengan Kabupaten Asmat.

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom