JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali akan kembali melangsungkan agenda budaya Penglipuran Village Festival pada 9 Desember mendatang.
Rencananya, festival tahun ketujuh ini akan dilangsungkan hingga tanggal 1 Januari 2020.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Wisata Kabupaten Bangli, Wayan Merta, kepada wartawan beberapa saat lalu, Sabtu (16/11/2019).
"Salah satu daya tarik Desa Penglipuran adalah sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan masuk ke dalam 100 top destinasi dunia di mana setiap bagian depan rumah terdapat bangunan khas angkul-angkul," ujar Wayan Merta.
Ditambahkan Wayan Merta, festival yang akan dibuka Gubernur Bali ini sangat efektif untuk menjaring dan meningkatkan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terbukti ada peningkatan kunjungan dalam pelaksanaan festival setiap tahun karena bersamaan dengan masa liburan Natal.
"Festival Desa Pengelipuran dapat menjadi magnet yang lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pengelipuran khususnya, dan Bangli umumnya," ucap Wayan Merta.
Menurut Wayan Merta, Penglipuran Village Festival ke-7 dapat membangkitkan energi positif bagi pemerintah Kabupaten Bangli dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali, terutama seni budaya Barongan dan Ngelawang yang jadi daya tarik wisata.
"Kami sangat berterima kasih kepada Kementrian Pariwisata, khususnya kepada Asdep Wilayah I Regional III Bapak M Risky dan juga pengelola Desa wisata Penglipuran Bapak Nengah Moneng atas dukungan yang sangat luar biasa," ujar Wayan Merta.