Wisata

Indonesia Punya 10 Kota Terdingin: Dari Gayo Lues hingga Mulia di Papua, Pernah Berkunjung ke Sini?

Oleh: Fajar Ari Wibowo Jumat 25 Apr 2025, 15:58 WIB
Meski beriklim tropis, Indonesia memiliki sederet kota di dataran tinggi dengan suhu jauh di bawah rata-rata nasional yaitu 25–30°C.

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kepulauan yang beriklim tropis.

Meski beriklim tropis, Indonesia memiliki sederet kota di dataran tinggi dengan suhu jauh di bawah rata-rata nasional yaitu 25–30°C.

Berikut ini daftar 10 kota terdingin di Tanah Air, berdasarkan dari temperatur terendah paling hangat ke paling dingin:

Baca Juga: Wow Gen Z Bisa Pimpin Daerah? Inilah Kota dan Kabupaten yang Punya Kepala Daerah di Usia 20 Tahun

1. Gayo Lues, Aceh

Terletak pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gayo Lues mencatat suhu minimum 24°C.

Selain menyuguhkan udara segar, daerah ini dikenal sebagai sentra kopi Arabika Gayo dan pintu gerbang pendakian Gunung Leuser.

2. Baturaden, Jawa Tengah

Di kaki Gunung Slamet, pada elevasi 980 mdpl, Baturaden pernah mencatat suhu terendah antara 14–19°C.

Pesona air terjun Curug Telu, pemandian air panas, dan lanskap perbukitan menjadikannya tujuan wisata keluarga favorit.

Baca Juga: Deretan Kota dengan Cadangan Emas Terbesar di Indonesia, Nomor 1 Ada di Provinsi Papua

3. Berastagi, Sumatera Utara

Berada di dataran 1.300 mdpl, terjepit Gunung Sibayak dan Sinabung, Berastagi merasakan suhu serendah 15 °C.

Kebun stroberi, buah lokal segar, pasar tradisional, serta pemandangan kawah vulkanik menjadi daya tarik utama.

4. Kota Batu, Jawa Timur

Dengan ketinggian 700–1.700 mdpl, Kota Batu pernah mencatat suhu dingin 13°C.

Sejak era kolonial, wilayah yang dijuluki “Swiss Kecil” ini memikat lewat taman bunga, peternakan sapi perah, dan kebun apel.

5. Ciwidey, Jawa Barat

Menjulang 1.200–1.700 mdpl, Ciwidey memiliki rata-rata suhu sekitar 13°C.

Kawah Putih berkabut, kebun teh Ranca Bali, serta kebun stroberi melengkapi daya tarik dataran tinggi ini.

Baca Juga: Jakarta Tidak Termasuk, Inilah 10 Kota Terpanas di Indonesia Terkini 2025

6. Ruteng, Nusa Tenggara Timur

Di ketinggian 1.200 mdpl, Ruteng pernah menyentuh suhu 10°C.

Mendapat julukan “Paris-nya Indonesia,” kota ini menawarkan arsitektur modern, lembah hijau, serta cagar alam Flores yang memukau.

7. Mamasa, Sulawesi Barat

Terletak 1.900 mdpl, Mamasa menikmati rentang suhu harian 16–26°C.

Kampung Adat Aralle, hutan pinus, dan panorama lembah yang sepi keramaian menjadi magnet bagi pelancong pencari ketenangan.

8. Wagete, Papua Barat

Di pinggir Danau Tigi pada ketinggian 1.700 mdpl, Wagete mencatat suhu 10–15°C.

Air Danau Tigi yang biru jernih dan suasana pegunungan sub-alpine menjadikannya surga tersembunyi di ujung barat Papua.

9. Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

Dengan elevasi 2.000–2.500 mdpl, Dieng memiliki suhu siang 12–20°C dan malam 6–10°C, bahkan bisa turun hingga 0°C pada musim kemarau.

Kawah Sikidang, Telaga Warna, serta festival budaya tahunan menambah pesona kawasan ini.

10. Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua

Menempati ketinggian 2.444 mdpl (tertinggi untuk pemukiman penduduk) Mulia tercatat memiliki suhu terendah 9°C.

Baca Juga: 17 Landmark Ikon Kota Paling Populer di Indonesia, Mana Daerahmu?

Dekat dengan Gunung Jayawijaya dan panorama puncak es Abad ke-21, kota ini menjadi wilayah berpenduduk tertinggi sekaligus terdingin di Indonesia.

Apa yang Membuat Wilayah Tersebut Dingin?

Ketinggian lebih dari 700 mdpl, kontur pegunungan, dan posisi geografis menjadi faktor utama menurunnya temperatur suatu wilayah, terutama selepas matahari terbenam.

Daya Tarik bagi Wisatawan

Kota-kota ini tidak hanya menawarkan kesejukan udara, tetapi juga pemandangan alam menawan.

Mulai dari kebun teh dan kebun stroberi hingga danau kaldera dan kampung adat dapat dinikmati oleh pengunjung.

Baca Juga: Mengenal Tiga Kota Tertua di Indonesia: Sejarah Panjang Kediri, Salatiga, dan Palembang

Bagi pelancong yang ingin melepas penat atau mencari suasana berbeda, deretan kota terdingin ini layak masuk daftar kunjungan.***

Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil