AYOJAKARTA.COM - Bali selalu memiliki daya tarik wisata yang tak pernah pudar.
Salah satunya adalah festival Tawur Kesanga atau Mecaru yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.
Festival yang digelar sehari sebelum Nyepi ini diwarnai dengan Pawai Ogoh-ogoh yang menampilkan patung perwujudan sifat jelek dan jahat manusia.
Dikutip dari laman resmi Kemenparenkraf oleh ayojakarta.com pada 22 Maret 2023, pawai ogoh-ogoh menjadi tontonan yang sangat dinantikan oleh wisatawan.
Patung Ogoh-ogoh yang dipajang memiliki tampilan yang cukup mengerikan dan terkesan mistis dengan ukuran yang bervariasi dari yang kecil hingga mencapai beberapa meter.
Setiap patung memiliki cerita dan tema yang berbeda, dibuat dengan menggunakan bahan-bahan seperti bambu, kertas, kain dan kayu.
Menjelang sore, Pawai Ogoh-ogoh pun mulai bergerak dari masing-masing desa, dipimpin oleh barisan pemuda yang memainkan musik tradisional dan mengenakan pakaian adat Bali.
Tampak kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh beredar di berbagai akun media sosial sehari sebelum perayaan Nyepi.
Baca Juga: 11 Ucapan Selamat Merayakan Hari Raya Nyepi 2023 untuk Umat Hindu Bali
Patung Ogoh-ogoh diarak dengan cara diangkat dan ditempatkan di atas sebuah gerobak yang dihias dengan bunga dan pernak-pernik lainnya.
Setelah parade Ogoh-ogoh tiba di pusat kota, patung-patung tersebut dipajang di jalan-jalan yang telah disiapkan oleh panitia.
Wisatawan dan masyarakat setempat dapat menyaksikan secara langsung patung Ogoh-ogoh dengan berjalan-jalan di sekitar area pawai.
Tampak untuk Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 berbagai desain Ogoh-ogoh yang menyeramkan dan menarik hadir untuk diarak bersama para pemuda desa adat Bali.
Baca Juga: 11 Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2023 Bahasa Bali: Suksma Hyang Widhi Wasa
Namun, festival Tawur Kesanga atau Mecaru ini bukanlah semata-mata acara untuk bersenang-senang.
Ritual yang dilakukan pada malam harinya, di mana Ogoh-ogoh dibakar, memiliki makna yang lebih dalam.
Ogoh-ogoh melambangkan sifat buruk yang dimiliki oleh manusia, seperti nafsu, keserakahan dan kemarahan.
Proses pembakaran patung Ogoh-ogoh ini merupakan simbol pembersihan diri dari sifat jahat dan buruk manusia.***