Kisruh Lahan Sentul City dan Rocky Gerung, Begini Tanggapan DPKPP Kabupaten Bogor

- Rabu, 22 September 2021 | 10:03 WIB
Potret lahan milik Rocky Gerung dan warga yang diduga diserobot oleh PT Sentul City. (Yogi Faisal)
Potret lahan milik Rocky Gerung dan warga yang diduga diserobot oleh PT Sentul City. (Yogi Faisal)

 

CIBINONG, AYOJAKARTA - Setelah Bupati Bogor Ade Yasin angkat bicara soal kisruh lahan antara Rocky Gerung dan warga dengan PT Sentul City. Kini, giliran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor buka suara.
 
Kepala DPKPP Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, secara umum pihaknya sudah menerima laporan dari pihak-pihak terkait soal kisruh lahan yang berada di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
 
Bahkan, melalui surat Nomor 005/569-dpkpp. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor sudah menggelar rapat untuk membahas kisruh lahan antara PT Sentul City Tbk dengan Rocky Gerung dan masyarakat sekitar.
 
Rapat tersebut setidaknya dihadiri oleh sejumlah instansi pemerintah terkait. Mulai aparatur wilayah di tingkat desa dan kecamatan, hingga instansi pemerintah daerah terkait yang ada di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bogor.
 
"Secara umum rapat itu hanya penyampaian terkait permasalahan lahan itu saja. Kami minta kedua belah pihak agar melaksanakan pendekatan-pendekatan sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya kepada ayobogor.com Rabu 22 September 2021.
 
Ajat mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai kisruh lahan antara PT Sentul City Tbk dengan Rocky Gerung dan warga. Sebab permasalahan tersebut lebih kepada administrasi pertanahan yang merupakan wewenang Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kabupaten Bogor.
 
"Secara umum permasalahan lahan ini kan domain BPN. Kami DPKPP hanya dari sisi lain seperti pemukimannya. Kalau soal tanah memang dinas kami juga masuk, tapi kalau soal administrasi pertanahan lebih ke domain BPN," bebernya.
 
Kendati demikian, pembahasan kisruh lahan tersebut memutuskan agar kedua belah pihak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.
 
"Karena itu bukan ranah kami, jadi peran kami hanya mengakselerasi penyelesaian masalah antara kedua belah pihak. Intinya lebih kesitu aja rapat pembahasannya," tegasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku tak ingin terlalu banyak komentar mengenai kisruh sengketa lahan antar keduanya itu. 
 
Kendati demikian Ade Yasin menyarankan agar kedua menempuh jakur hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Lebih baik ke ranah hukum saja yah," singkatnya.
 
Jika keduanya sama-sama memiliki bukti kuat kepemilikan lahan tersebut sambung Ade Yasin, ia menyarankan agar sesegera mungkin kasus ini di bawa ke ranah hukum.
 
"Karena kedua belah pihak punya bukti valid masing-masing silahkan saja diuji ke pengadilan," tutupnya

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X