Pemkab Bogor Angkat Bicara Soal Kawasan Puncak Marak Dihuni Imigran Timur Tengah: Ini bukan Tempat Transit

- Senin, 21 Maret 2022 | 12:00 WIB
Kawasan Puncak Bogor. Di kawasan ini disebut banyak sekali dihuni para imigran dari Timur Tengah. (Republika)
Kawasan Puncak Bogor. Di kawasan ini disebut banyak sekali dihuni para imigran dari Timur Tengah. (Republika)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM- Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama ini diketahui ternyata banyak dihuni para imigran dari Timur Tengah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun meradang dan menyebut bahwa Kawasan Puncak adalah destinasi wisata bukan sebagai tempat transit.

Diketahui di Kawasan Puncak ada 1.600 imigran dari Timur Tengah yang bermukim di dua desa di kawasan Puncak, Bogor.

Kondisi ini menurut Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Bogor, Deni Humaedi bisa menggangu citra pariwisata kawasan Puncak.

“Citra kawasan Puncak saat ini identik dengan wisata Timur Tengah, karena jumlah imigran banyak, terkesan Puncak khusus wisata Timur Tengah, padahal tidak demikian. Puncak terbuka juga dengan wisata mancanegara lainnya,” ungkapnya Senin (21/3/2022) mengutip SuaraBogor.id-jaringan Ayojakarta.com.

Baca Juga: Lalu Lintas Puncak Bogor Padat Merayap di Libur Akhir Pekan, Ada Pemberlakuan Ganjil Genap

Ia menyebut, para imigran banyak tersebar di Desa Tugu Utara dan Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, jika keberadaan para imigran terus bertambah di kawasan Puncak maka tak menutup kemungkinan bisa menimbulkan stigma negatif, terhadap kawasan Puncak sebagai kawasan strategi pariwisata nasional.

“Kami hanya minta agar para imigran tidak berada di kawasan strategis wisata nasional Puncak, dan agar Badan Imigran PBB (UNHCR) dapat mengurus dan memindahkan mereka,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X