Bukan Program Karpet Merah, Ridwan Kamil Wisuda 1.249 Petani Milenial

- Jumat, 25 Maret 2022 | 07:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewisuda 1.249 petani milenial Angkatan I Program Petani Milenial di kampus Institut Pertanian Bogor, Kabupaten Bogor, Kamis (24/3/2022) kemarin. (Istimewa)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mewisuda 1.249 petani milenial Angkatan I Program Petani Milenial di kampus Institut Pertanian Bogor, Kabupaten Bogor, Kamis (24/3/2022) kemarin. (Istimewa)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Petani milenial bukan program karpet merah yang secara instan bisa langsung menghasilkan keuntungan tanpa rintangan. 

Program ini diibaratkan pendakian gunung yang harus selalu didampingi pemerintah lewat pelatihan, anggaran, lahan, teknologi sampai pemasaran. 

"Saya bilang program ini bukan program karpet merah yang bisa langsung sukses, melainkan program mendaki gunung yang didampingi pemerintah melalui pelatihan, anggaran, lahan, peralatan, dan pemasaran," jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam siaran pers Jumat (25/3/2022) usai mewisuda 1.249 petani milenial Angkatan I Program Petani secara luring dan daring, di kampus Institut Pertanian Bogor, Kabupaten Bogor kemarin.

Kang Emil sapaan akrabnya optimistis, di tahun-tahun berikutnya jumlah petani milenial yang berhasil dan diwisuda akan semakin bertambah. Tentunya dengan diiringi evaluasi di sektor yang kurang.

 "Jadi ada keberhasilan ada juga kekurangsempurnaan yang terus kita perbaiki. Tapi saya optimistis, boleh dicek dengan provinsi lain yang paling produktif melahirkan anak muda kembali bertani di desa adalah Jabar," tutur Kang Emil

Baca Juga: Kab Bogor Dikeluarkan Dari Aglomerasi Jabodetabek, Begini Komentar Kang Emil

Ia pun meyakini, dengan konsistensi Program Petani Milenial, ke depan usia petani di Jabar bisa digantikan oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun. Saat ini 70 persen petani di Jabar rata-rata berusia 70 tahun. 

"Dengan konsistensi maka usia petani yang saat ini 70 persennya sudah lansia bisa digantikan oleh generasi baru yang dibawah 40 tahun," katanya. 

Regenerasi petani pun kini sudah terlihat dari penggunaan teknologi pengolahan pertanian hingga pemasaran yang tak ditemui pada petani lansia. 

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X