PILKADA DEPOk 2020: Begini Aturan Pencoblosan Saat Pandemi, Dilarang Bersalaman!

- Kamis, 3 Desember 2020 | 17:32 WIB
PILKADA DEPOk 2020: Begini Aturan Pencoblosan Saat Pandemi, Dilarang Bersalaman!/ilustrasi
PILKADA DEPOk 2020: Begini Aturan Pencoblosan Saat Pandemi, Dilarang Bersalaman!/ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2o20 dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2020. Pesta demokrasi di level daerah ini menjadi berbeda karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Di Pilkada Kota Depok, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menetapkan dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok untuk Pilkada Depok 2020 yakni Pradi Supriatna dan Afifah Alia serta Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.

Pradi dan Afifah dengan nomor urut 01 diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan sejumlah partai nonparlemen.

Sementara itu, pasangan nomor urut 02 Idris dan Imam Budi diusung oleh PKS, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Berkarya.

KPU Kota Depok telah menetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) pilkada serentak itu sebanyak 1.230.341 pemilih. Pilkada Depok 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020.

Berikut ini beberapa ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana non-Alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) seperti dilansir Indonesia.go.id:

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi, dari maksimal 800 orang menjadi maksimal 500 orang.

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi, kehadiran pemilih diatur rata per jam, sehingga tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

X