Program Pasar Bebas Plastik Diluncurkan dari Pasar Tebet Barat

- Jumat, 28 Februari 2020 | 18:17 WIB
Ilustrasi kantong belanja plastik sekali pakai. (Kompas.com/Shutterstock)
Ilustrasi kantong belanja plastik sekali pakai. (Kompas.com/Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Program ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Bebas Plastik diluncurkan dari ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Program ini digagas Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Perumda ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Jaya, serta didukung oleh Kedutaan Besar Kanada.

Program ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142/2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Rakyat.

Meski aturan Pergub tersebut baru efektif berlaku per 1 Juli 2020, berbagai upaya untuk menyosialisasikannya sudah dilakukan dalam dua bulan terakhir.

Program ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Bebas Plastik meliputi sosialisasi kepada para pedagang melalui berbagai rangkaian kegiatan. Misalnya, diskusi bersama para pedagang tentang alternatif pengganti plastik sekali pakai. Program ini turut melibatkan penyedia Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) agar para pedagang mendapat solusi atas penghentian penggunaan plastik sekali pakai. 

AYO BACA : Jakarta Resmi Larang Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Mulai Juli 2020

"Pergub ini akan efektif jika kita bergerak bersama. Jakarta menerapkan asas keadilan ketika merumuskan kebijakan ini. Sesuai Pergub Nomor 142/2019, penggunaan kantong belanja ramah lingkungan tidak hanya menjadi kewajiban pengelola pasar rakyat, namun juga pengelola pusat perbelanjaan dan toko swalayan," ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin, Jumat (28/2/2020).

Ia ungkapkan, pasar tradisional berkontribusi besar menghasilkan sampah di DKI Jakarta. Setiap hari, 153 pasar tradisional di Jakarta menghasilkan sekitar 600 ton sampah.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan di ayojakarta.com/tag/ayojakarta">ayojakarta.com/tag/Pasar">Pasar Jaya Tebet Barat, sebanyak 89,5 persen pedagang bersedia mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Setiap harinya, setiap pedagang mengeluarkan rata-rata 30 lembar kantong plastik sekali pakai berukuran kecil dan 25 lembar kantong plastik sekali pakai berukuran besar.

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Seorang Pria Tewas Dalam Mobil di Jakarta Selatan

Selasa, 16 November 2021 | 16:03 WIB
X