Densus 88 Antiteror Polri Amankan Kelompok NII yang Ingin Gulingkan Pemerintah Sebelum 2024

- Senin, 18 April 2022 | 15:36 WIB
Anggota Densus 88 Antiteror Polda Jabar melakukan penggerebekan terduga ISIS di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/1). Aparat mengangkap tiga orang terduga teroris dan sejumlah barang bukti diantaranya bendera ISIS, buku jihad serta sejumlah dokumen lain. ANTARA FOTO/Solihin/DA/aww/16. (Dedhez Anggara)
Anggota Densus 88 Antiteror Polda Jabar melakukan penggerebekan terduga ISIS di Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (15/1). Aparat mengangkap tiga orang terduga teroris dan sejumlah barang bukti diantaranya bendera ISIS, buku jihad serta sejumlah dokumen lain. ANTARA FOTO/Solihin/DA/aww/16. (Dedhez Anggara)

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM-- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengatakan bahwa kelompok Negara Islam Indonesia (NII) berencana melakukan pemberontakan. Tak hanya itu, NII diketahui ingin dan telah berencana untuk menggulingkan pemerintah sebelum tahun 2024.

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar, mengatakan Polri telah mengamankan tersangka teroris NII di Sumatera Barat.

"Dari barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat. Mereka berupaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun pemilu 2024," ujar Aswin dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 April 2022.

Menurut Aswin, NII berencana mengganti ideologi Pancasila menjadi khilafah. NII juga berencana penggulingan pemerintah sebelum tahun 2024. NII telah merencanakan sejumlah aksi teror.

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 5 Tersangka Teroris Kelompok ISIS

"Terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror. Itu tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam dan juga mencari para pandai besi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan Polri menemukan sekitar 77 anggota kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang masih berusia di bawah 13 tahun dan telah berbaiat kepada NII.

"Hal ini terbukti dengan ditemukannya 77 orang anak di bawah umur 13 tahun, yang dicuci otak dan dibaiat untuk sumpah kepada NII," kata Ramadhan, Selasa 12 April 2022.

Diketahui, NII kerap melakukan baiat terhadap anak-anak. Beberapa waktu lalu, ditemukan sebanyak 126 anggota NII yang telah dewasa, namun telah dibaiat sejak anak-anak.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X