Bekasi

Ada Kebijakan Mini Lockdown, Begini Respons Warga Bekasi

Oleh: Admin Jumat 02 Okt 2020, 20:28 WIB
ilustrasi (dok)

TAMBUN UTARA, AYOJAKARTA.COM  – Sejumlah warga memberikan respons beragam terkait kebijakan mini lockdown yang diterapkan di lingkungan rumahnya. Ada yang mendukung, ada juga yang keberatan.

Salah seorang warga Tambun Utara Rena menyambut positif kebijakan tersebut karena tak ingin lingkungan rumahnya banyak terpapar Covid-19.

AYO BACA : Sanggar Senam Zumba Diduga Jadi Klaster Penularan Covid-19 di Tambun Utara

“Aku sih setuju banget ya karena kita enggak tahu orang luar jadi pembawa virus apa enggak. Kita aja serumah kan ada yang aktivitas di luar, itu aja udah risiko,” kata Rena kepada Ayobekasi.net, Jumat (2/10/2020).

Konsekuensi dari mini lockdown adalah warga tidak bisa bebas keluar masuk area perumahan, kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak seperti bekerja. Berlaku pula bagi pedagang dan kurir pengantar paket. Namun, hal itu diakui Rena tak jadi masalah.

AYO BACA : 18 Hari PSBB Ketat, 417 Restoran dan Kafe di Jakarta Ditutup Sementara

“Enggak apa-apalah kan sementara aja sampai angka Covid-19 agak mendingan. Lagipula belanja online, paketnya tetap sampai kok karena diantar sama security,” ujarnya.

Warga Kabupaten Bekasi lainnya, Ningsih mengaku keberatan dengan kebijakan mini lockdown. Hal itu karena dianggap menyulitkan aktivitas dan perekonomian pedagang.

“Karena pernah di-lockdown juga waktu itu, tapi tetep ada yang kena juga. Jadi, lockdown atau enggak ya enggak ngaruh orang virusnya enggak kelihatan,” katanya.

Menurut dia, menjaga protokol kesehatan serta disiplin melakukannya adalah yang paling utama untuk mencegah penularan Covid-19.

“Harus dari kesadaran kitanya disiplin pakai masker biar di dalam rumah juga,” ujarnya. 

AYO BACA : Pemprov DKI Jakarta Luncurkan PSBB OK, Apa itu?

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono