Bekasi

Warga Bekasi Usulkan Tes PCR Usai Salat Idulfitri di Masjid

Oleh: Admin Rabu 20 Mei 2020, 16:54 WIB
Sebagai ilustrasi sampel darah tes virus corona. shutterstock

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Sejumlah warga mengusulkan pada Pemerintah Kota Bekasi agar dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) usai menunaikan salat Idulfitri di masjid.

Hal ini dilakukan untuk memetakan sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19, meskipun wilayah yang diizinkan menggelar salat Ied masuk kategori zona hijau.

“Zona-nya boleh hijau, tapi kan virusnya bisa jadi ada di situ. Orang Tanpa Gejala (OTG) juga bahaya kan. Makanya kenapa enggak dites PCR aja sekalian,” kata Wahyu, warga Bekasi Utara kepada Ayobekasi.net - bagian dari Ayo Media Network, Rabu (20/5/2020).

Dia menilai kerumunan massa yang terjadi, baik pada saat dan setelah salat Idulfitri berpotensi menjadi media penularan Covid-19. Dia juga tidak yakin masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan yang benar.

“Orang salat di masjid pasti banyak, memang bisa dipantau satu-satu? Kan enggak. Personel keamanan juga terbatas. Kita sadar protokol kesehatan, tapi orang lain belum tentu,” ujarnya.

AYO BACA : Warga Pilih Salat Idulfitri di Rumah Saja Meski Pemkot Bekasi Tak Larang di Masjid

Warga lain, Andri mengaku setuju dengan wacana mengadakan tes PCR bagi jamaah yang baru pulang menunaikan salat ied. Selain bisa mengetahui status Covid-19 seseorang, juga bisa menekan penyebaran virus tersebut.

“Kalau bisa malah sebelum salat ied dites dulu supaya kita yang memang mau salat di masjid jadi tenang gitu, enggak was-was ketemu banyak orang,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kota Bekasi membuat kesepakatan dengan mengizinkan warga yang berada di wilayah zona hijau salat Idulfitri di masjid.

Meski demikian, protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah wajib ditaati, seperti menjaga jarak fisik dan sosial, memakai masker, serta mencuci tangan.

“Walaupun wilayahnya zona hijau, tapi tidak boleh lengah. Jangan sampai yang sudah hijau berubah jadi merah. Sama-sama kita disiplin,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

AYO BACA : Langgar PSBB Bekasi, Mal SGC Cikarang Disegel

Adapun wilayah yang masuk zona hijau di Kota Bekasi berjumlah 38 dari total 56 kelurahan. 


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

 

Simak Panduan Salat idulfitri di Rumah

<iframe width="100%" height="250" src="https://www.youtube.com/embed/dSj5qikJs_Q" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>

AYO BACA : Daftar 30 Kelurahan Zona Hijau yang Menggelar Salat Id di Bekasi

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati