Bekasi

Kasus DBD di Kabupaten Bekasi Turun 50%

Oleh: Admin Jumat 13 Mar 2020, 09:58 WIB
Ilustrasi

BEKASI, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kesehatan mencatat penurunan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny menjelaskan bahwa sepanjang bulan Januari 2020, kasus DBD di wilayahnya berjumlah 30 kasus. Sementara di bulan Februari makin turun di angka 21 kasus.

AYO BACA : Laga Uji Coba, Garuda Asia Hadapi Tim Piala Soeratin U-17 Bekasi

“Alhamdulillah terjadi penurunan kasus dari tahun yang lalu di bulan yang sama, yaitu di bulan Januari 2019 awalnya 85 kasus, sekarang menurun menjadi 30 kasus, dan di bulan Februari 2019 sebanyak 152 kasus, dan berhasil menurun menjadi 21 kasus. Turun lebih dari 50%,” kata Sri di kantornya, Jumat (13/3/2020).

Dia mengungkapkan, data kasus DBD tertinggi per kecamatan di Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2020 ini berada di Kecamatan Setu, Kecamatan Tarumajaya, dan Kecamatan Cibarusah.

AYO BACA : Total Suspek Corona di Bekasi Jadi 30 Orang

“Sebenarnya sebaran kasus DBD merata di setiap Kecamatan. Namun, jika dilihat kasus DBD tertinggi ada di Kecamatan tersebut, kasus DBD juga banyak terjadi pada usia rata-rata 12-44 tahun,” ujarnya.

Sri pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan. Terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di mana sampah yang dibuang sembarangan nantinya akan menjadi tempat jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang.

“Mulailah dari hal kecil dulu saja, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Itu hal kecil tetapi dapat berdampak besar,” katanya. 

AYO BACA : Pemerintah Indonesia Putuskan Tak Lakukan Lockdown, Begini Alasannya

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono