Bekasi

Siap Membayar Rp800 Ribu untuk Dilakukan Pemindaian Retina Mata, Pengelola Aplikasi World Berurusan dengan Kemkomdigi

Oleh: Karseno AJ Selasa 06 Mei 2025, 12:28 WIB
Di tengah situasi ekonomi yang tengah terpuruk, aplikasi World datang hingga membuat sebagian warga Bekasi, Jawa Barat datang menggeruduk.

AYOJAKARTA.COM — Di tengah situasi ekonomi yang tengah terpuruk, aplikasi World datang hingga membuat sebagian warga Bekasi, Jawa Barat datang menggeruduk.

Rela antri berlama-lama untuk melakukan pendaftaran, warga Bekasi secara sukarela mendatangi sebuah ruko yang menjadi lokasi aplikasi Word berkantor.

Di kantor PT Terang Bulan Abadi tersebut, warga Bekasi diminta untuk memberikan data pribadi serta pemindaian retina mata oleh pihak World.

Pendaftar yang telah memenuhi seluruh rangkaian, selanjutnya akan menerima koin maya yang dapat dikonversi menjadi uang tunai senilai Rp800,000 via dompet digital.

Baca Juga: Viral Aplikasi World Scan Retina Mata Pengguna Bisa Dapat Uang, Amankah? Ini Kata Pakar

Situasi ramai yang sempat menggemparkan warga Bekasi tersebut, kini telah melahirkan beragam polemik di tengah publik.

Pasalnya penyerahan data pribadi serta retina mata serta uang yang diterima peserta, ditengarai memiliki tujuan yang belum jelas peruntukannya.

Menyikapi kondisi mencurigakan tersebut, Alexander Saba selaku Dirjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi langsung melakukan pembekuan terhadap aplikasi World.

Selain melakukan pembekuan sebagai upaya prefentif, Kemkomdigi juga akan memanggil PT Terang Bulan Abadi selaku penyelenggara.

Baca Juga: Ini Cara Buat Email Baru Lewat HP Langsung di Aplikasi Gmail

Terkait dengan menjamurnya aplikasi World yang dianggap oase oleh sebagian warga Bekasi, Pakar Keamanan Siber CISSREC memberi komentar.

Menurut Pratama Dahlian Persada, gagasan awal pemindaian retina mata di dunia digital bertujuan untuk memastikan identitas seseorang.

Berguna untuk memastikan identitas pengguna layanan internet, sistem pemindaian retina mata juga dimaksudkan untuk membedakan pengguna dengan kecerdasan buatan.

“Tool for humanity ini ingin membuat sistem yang nantinya bisa memastikan bahwa pengguna layanan internet itu adalah benar-benar manusia,” jelasnya.

Baca Juga: Kapan PKH dan BPNT Tahap 2 2025 Cair? Ini Update Terbaru Aplikasi SIKS-NG per 30 April

Langkah tersebut menurut Pratama juga tengah dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk membatasi akses anak-anak ke berbagai situs dewasa.

Karenanya, keputusan Kemkomdigi melakukan pembekuan menurut Pratama merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Selain langkah yang sudah dilakukan pihak pembuat aplikasi World tidak berkoordinasi dengan instansi pemerintah, juga karena bertujuan melindungi warga Indonesia.

“Kita tahu bahwa retina mata adalah data pribadi yang harus dijaga, dan kita tidak tahu apakah data itu benar-benar dijaga atau tidak,” imbuhnya.

Baca Juga: Download MP4 YouTube ke Galeri HP, Cepat Tanpa Instal Aplikasi

Untuk melakukan pencarian data ke tengah-tengah masyarakat secara langsung, Pratama menegaskan perlu melewati serangkaian prosedur keamanan yang ketat.

Di samping wajib berkoordinasi dengan BSSN dan Kemkomdigi, instansi negara juga perlu memastikan jenis perangkat pemindaian yang digunakan.

Dengan melakukan serangkaian prosedural tersebut, maka jaminan keamanan data milik masyarakat yang sudah dipindai tidak akan terkendala di kemudian hari.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana