Bekasi

Rayakan Hari Guru, Balon Gas Meledak Keluarkan Api hingga Lukai Wajah Pengajar, Begini Kondisi Korban

Oleh: Linda Wati Minggu 26 Nov 2023, 06:30 WIB
Detik-detik meledaknya balon gas saat perayaan hari guru nasional di SDN 1 Cimuning Mekarjaya Kabupaten Bekasi Jawa Barat Sabtu, 25 November 2023

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, viral sebuah video balon gas meledak di SDN Cimuning Jalan Raya Bantargebang, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (25/11/2023).

Detik-detik peristiwa balon gas meledak itu terekam kamera dan viral di media sosial.

Diketahui bahwa ledakan balon gas terjadi saat perayaan Hari Guru Nasional pada pukul 10:00 WIB.

Ledakan balon gas itu bermula ketika para pengajar hendak merayakan Hari Guru Nasional. 

Baca Juga: Kasus Kopi Sianida Dibuka Lagi, OC Kaligis Sebut Jessica Wongso Korban dari 15 Hakim: Saya Yakin Dia Bebas!

Saat hendak menerbangkan sekumpulan balon, tiba-tiba balon gas itu meledak hingga mengeluarkan api dan melukai sejumlah guru.

“Menurut pengirim info saat itu balon diputusin pakai korek api dan akhirnya meledak dan melukai beberapa orang," dikutip ayojakarta.com dari Instagram @jakarta.ku, Minggu (26/11/2023).

Setelah api mengembung, balon-balon gas tersebut pun hancur berhamburan.

Api yang menyembur pun mengenai para pengejar yang memegang tali pada balon.

Baca Juga: Kembali Viral! Bocah WNI Nur Saka yang Setiap Hari Berangkat Sekolah Bolak-balik Indonesia-Malaysia, Warganet Puji Rasa Nasionalisme

Dikabarkan bahwa ada 10 guru yang mengalami luka bakar akibat ledakan balon gas tersebut.

Menurut informasi, dari 10 pengajar yang terkena ledakan, ada delapan guru yang mengalami luka bakar ringan dan dua guru lainnya mengalami luka bakar berat pada bagian wajah dan telapak tangan.

Untuk dua korban yang mengalami luka bakar berat telah dirawat di rumah sakit terdekat, sementara delapan lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Teks Sambutan Pidato Menteri Pendidikan Hari Guru Nasional 2023, Link Download PDF di Sini

Diketahui bahwa para korban tidak akan menuntut apapun dan menganggap bahwa kejadian tersebut sebagai musibah.

Biaya perawatan untuk korban yang terluka disebut akan ditanggung kepala sekolah.

Sementara itu, untuk siswa tidak ada yang menjadi korban ledakan balon gas tersebut.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah