AYOJAKARTA.COM – Kasus keracunan di dalam satu keluarga kembali terjadi di Kampung Ciketing Udik, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Satu keluarga yang terdiri dari lima orang tersebut ditemukan dalam kondisi mulut sudah berbusa dan diduga karena telah keracunan makanan.
Hal tersebut telah dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari.
Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan dari lima orang anggota keluarga yang keracunan, dua di antaranya meninggal dunia.
Baca Juga: Mengaku sebagai Dokter, Pelaku Mutilasi Perempuan di Bekasi Ternyata Lakukan Hal Ini Sebelum Beraksi
Menurut Erna, terdapat saksi dari tetangga korban yang sempat mendengar suara rintihan dari dalam rumah.
Saksi tersebut yaitu Irianto (saksi 1) yang juga tetangganya ini mengaku sempat mendengar suara rintihan dari dalam rumah korban.
Namun karena merasa tidak berani, Irianto kemudian mencari bantuan lain dengan memanggil warga lainnya Dede (saksi 2).
"Saat berada di rumah saksi 1 mendengar suara rintihan seorang perempuan dari sebelah rumahnya," ujar Kompol Erna Ruswing Andari dalam keterangannya, dikutip dari PMJ News, Jumat, 13 Januari 2023.
Menurut Erna Ruswing, karena saksi 1 merasa takut untuk melihat ke TKP, akhirnya saksi 1 memanggil warga lain bernama Dede untuk melihat ke dalam rumah korban.
Baca Juga: Viral Pencuri di Gerbong KRL Tujuan Bekasi Diamuk Anker Usai Curi HP, Warganet : Bikin Trauma!
Betapa terkejutnya kedau saksi tersebut saat membuka pintu, saksi melihat dua orang sudah tergeletak dengan kondisi mulut berbusa.
"Keterangan saksi 1 dan 2 bahwa ke semua korban telah mengeluarkan busa dari mulutnya," tukasnya.
Setelah menemukan korban dalam kondisi yang sudah kritis, saksi kemudian memanggil warga lain.
Akhirnya semua korban kemudian ditolong warga sekitar untuk dibawa ke Rumah Sakit Bantargebang dengan menggunakan ambulance yang ada di Kelurahan Ciketing Udik.
Kelima korban di satu keluarga tersebut diduga merupakan korban keracunan makanan.
Namun polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.***