AYOJAKARTA.COM - Pada 30 Desember 2022 lalu, warga Kabupaten Bekasi dikejutkan dengan adanya penemuan jasad dalam kondisi sudah termutilasi.
Pertama ditemukan, jasad yang sudah termutilasi tersebut tersimpan dalam box kontainer serta sudah terbungkus plastik.
Jasad termutilasi yang ditemukan polisi di kamar mandi tersebut, kemudian diketahui tubuh seorang perempuan Angela Hindriati Wahyuningsih.
Terungkapnya kasus ini bermula dari pencarian polisi terhadap Angela Hindriati Wahyuningsih berusia 51 tahun yang dilaporkan menghilang sejak 2019.
Menurut pengakuan seorang perempuan berinisial A berusia 35 tahun, yang juga pernah menjalin hubungan dengan pelaku pada periode 2017 hingga 2018.
Pelaku Ecky kerap mengaku sebagai orang tua tunggal atau single father sebelum mendekati perempuan.
Selain mengaku berprofesi sebagai seorang dokter, Ecky juga kedapatan menggunakan foto seorang anak saat menghubungi sejumlah perempuan.
Ecky yang juga sangat lihai dalam bersandiwara kerap menggunakan cara tersebut sebelum memanfaatkan para korban.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang sudah akrab akan meminjam sejumlah uang kepada korban.
Ketika disambangi polisi, pelaku sempat mencoba kabur dari kontrakannya yang berada di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi.
Aksi ingin melarikan diri kemudian ia coba ulangi lagi sewaktu berada di dalam mobil yang membawanya, namun polisi bertindak sigap.
Kombes Pol Hengki Haryadi selaku Ditreskrimum Polda Metro menyampaikan tubuh Angela dimutilasi tidak dengan menggunakan golok, melainkan gergaji listrik.
Dilansir Ayojakarta dari berbagai sumber, diketahui sejumlah fakta mengenai kasus perempuan yang termutilasi di Bekasi.
Korban Angela dibunuh setahun lalu, kemudian disimpan di rumah kontrakan pelaku di dalam peti kontainer serta diletakkan di dalam kamar mandi.
Guna menutupi bau busuk, sebelum dimasukkan peti kontainer, pelaku sempat menutupinya dengan taburan kopi dan zat kimia.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi berhasil menemukan sejumlah dokumen serta empat buah KTP dengan identitas berbeda.
Guna melakukan pencocokan DNA, polisi membongkar kuburan dari putri Angela yang sudah meninggal 4 tahun lalu.
Pada 2018, putri korban Angela dikabarkan meninggal akibat terjatuh dari apartemen di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain laporan orang hilang yang dilakukan keluarga Angela, pada 23 Desember 2022 istri Ecky juga melaporkan suaminya yang hilang.
Menurut Kombes Pol Hengki Haryadi, tewasnya Angela Hindriati Wahyuningsih karena mutilasi ini dilatari motif asmara. ***

Share this article
Pelaku Ecky kerap mengaku sebagai orang tua tunggal sebelum mendekati perempuan. Ia juga mengaku berprofesi sebagai dokter.