Bisnis

Disparekraf DKI Beri Pelatihan Keuangan UMKM untuk Mendongrak Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Admin Kamis 22 Okt 2020, 16:14 WIB
[ ilustrasi UMKM] Pekerja menyelesaikan produksi cincin bambu di workshop Indonesian Bamboo Community, Jalan Melong Hilir, Kota Cimahi, Senin (24/8/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

MAMPANG, AYOJAKARTA.COM – Dongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat pelatihan keuangan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan, untuk pelatihan tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan PT Pegadaian Persero dan Institut STIAMI mengadakan Pelatihan Laporan Keuangan dan Program Pendanaan UMKM secara virtual.

AYO BACA : Para Pelaku UMKM, Simak 3 Jurus Pemprov DKI Ini untuk Bantu Kalian di Tengah Pandemi

Menurutnya, UMKM berperan besar mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Demi menjaga keberlanjutan ekonomi, pengusaha kecil dan menengah seharusnya memiliki keahlian mumpuni dalam mengelola laporan keuangan bisnis.

"Laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan dan dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan usaha tersebut," ucap Gumilar, dilansir beritajakarta.id Kamis (22/10/2020).

AYO BACA : Pelaku UMKM Ingin Endorse Ridwan Kamil? Begini Syaratnya

Gumilar menilai, laporan keuangan menjadi alat yang penting untuk memperoleh informasi terkait posisi keuangan dan hasil-hasil kinerja yang dicapai dalam sebuah bisnis atau usaha.

Panduan laporan keuangan diharapkan membantu pihak terkait untuk menentukan arah perencanaan usaha, terutama membuat keputusan ekonomi yang bersifat keuangan.

"Dengan semakin berkembangnya usaha, menuntut UMKM untuk menyediakan laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku dan membuka hubungan dengan pihak luar seperti bank dan lembaga keuangan lain," kata Gumilar.

Laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk menganalisis kinerja keuangan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas. Sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan keputusan ekonomi.

"Diharapkan pelatihan ini dapat membantu dan mendukung pelaku ekonomi kreatif serta memberikan wawasan dan akses permodalan kepada UMKM agar dapat berkembang," pungkasnya.

AYO BACA : Kreatif saat Ekonomi Terpuruk, Riani Soedarmo Ajak Ojol Budidaya Lekung

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono