BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi covid-19, membuat Usaha mikro kecil menengah terpukul, tidak terkecuali sentra topi di Desa Rahayu, Kecamatan, Margaasih, Kabupaten Bandung. Lebih dari 60% produdksi terpaksa dikurangi akibat pasar yang melesu.
Asep Andyan, salah satu pelaku usaha UMKM Topi Desa Rahayu, mengatakan sejak pandemi covid-19, bisnis topi yang digelutinya selama beberapa tahun terakhir, mengamalami penurunan omzet.
AYO BACA : Pelaku UMKM Ingin Endorse Ridwan Kamil? Begini Syaratnya
"Saat keadaan normal, omzet bisa mencapai Rp1,5 miliar-Rp2 miliar/bulan," ujar Asep kepada Ayobandung, Minggu (27/9/2020).
Topi bermerek S12 yang dikelola Asep, memang menguasai pasar, bukan hanya dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Sehingga, omzet tiap bulannya mencapai angka miliaran rupiah.
AYO BACA : 2 Juta Pelaku UMKM Ditargetkan Dapat Bantuan Tunai dari Pemprov Jabar
Namun, sejak ada pandemi covid-19, omzetnya menurun drastis, karena permintaan yang berkurang juga proses ekspor yang sempat terhambat.
"Sekarang omzet paling besar Rp500 juta/bulan. Bahkan pernah hanya Rp300 juta," katanya.
Dengan permintaan yang rendah, membuat Asep terpaksa mengurangi produksinya.
"Paling banyak produksi hanya 30% dari keadaan normal. Mau banyak produksi juga barang susah keluar," ujarnya.
Asep mengerti kalau saat ini keadaan sedang tidak menguntungkan, dia berharap pandemi segera berakhir, sehingga ekonomi kembali pulih. (Mildan Abdalloh)
AYO BACA : Pelaku Usaha Optimistis Mampu Bangkit di Era New Normal