SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Gowes atau bersepeda, mulai marak dilakukan masyarakat di Tanah Air saat pandemi Covid-19. Alhasil, penjualan sepeda mengalami peningkatan lantaran maraknya kegiatan bersepeda.
Di Kota Semarang, peningkatan omzet penjualan dirasakan toko sepeda di Semarang, Jawa Tengah, semenjak adanya pandemi corona. Salah satunya toko sepeda Rodalink yang terletak di kawasan Bangkong, Semarang Timur.
Supervisor Rodalink, Tunggono mengungkapkan, jika peningkatan penjualan di masa pandemi ini meningkat sampai 75%. Adapun toko, bisa menjual puluham unit sepeda setiap harinya.
"Pernah sehari bisa menjual sampai 30 unit. Tapi kalau di rata-rata bisa sampai 20 unit sehari," ujarnya saat dihubungi Ayosemarang.com, Kamis (11/6/2020).
AYO BACA : Akibat Pandemi Covid-19, Starbucks Merugi 3 Miliar Dolar AS Pada Kuartal Ketiga
Menurutnya, sepeda dengan range harga Rp3 juta - Rp5 jutaan menjadi paling favorit dan banyak diburu konsumen. Menurutnya, untuk sepeda dengan harga tersebut sudah termasuk baik bagi penghobi baru bersepeda.
"Kita sebenarnya menjual sepeda dari harga Rp2 jutaan hingga ada yang sampai Rp100 jutaan. Tapi untuk saat ini sepeda dengan range harga Rp3 juta - Rp5 jutaan paling banyak laku," imbuhnya.
Meski demikian, untuk peminat sepeda yang di atas Rp10 jutaan, lanjutnya, juga mengalami peningkatan. Meskit peningkatan tersebut tak sebesar peminat sepeda di range dibawahnya.
"Kalau pembeli yang sepeda di atas Rp10 juta itu paling peningkatannya 15% saja," tambahnya.
AYO BACA : Cara Cek Tagihan Listrik Lewat HP
Untuk tipe sepeda, sepeda MTB paling banyak dimintai. Meski untuk sepeda lipat lagi ngehits untuk saat ini. "Untuk MTB paling banyak diminati. Meski kita juga punya stok sepeda lipat walau sedikit," katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sepeda "Biscuit" Semarang, Agus Susilo mengaku, jika maraknya kegiatan bersepeda khususnya di Kota Semarang memang mulai marak dilakukan. Dirinya pun berharap, jika maraknya gowes ini tak hanya seperti angin lalu saja.
"Harapannya, bukan ramainya pas pandemi ini saja, karena banyak orang yang jenuh di rumah dan tak bisa melakukan aktivitas fisik dengan kegiatan sebelumnya. Kita berharap kegiatan bersepeda ini tetap marak usai pandemi berakhir," ujarnya, Selasa (9/6/2020).
Pihaknya pun berharap, ke depan, dengan banyaknya masyarakat yang bersepeda, akan berdampak pada penggunaan sepeda itu sendiri sebagai sarana transportasi sehari-hari.
"Jadi masyarakatnya sehat, penggunaan kendaraan pribadi berkurang, ndak macet-macetan, dan polusi di Semarang bisa berkurang," harapnya. (Vedyana)
AYO BACA : Produksi APD Meningkat, Indonesia Segera Lakukan Ekspor