AYOJAKARTA.COM - Perkembangan positif terus terjadi dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia.
Per hari ini, pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) susulan kembali terpantau aktif melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari empat bank penyalur utama, yaitu Bank BSI, BNI, BRI, dan Mandiri.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya tertunda pencairannya karena berbagai kendala teknis seperti gagal salur, kini mulai menerima bantuan setelah dilakukan perbaikan data.
Baca Juga: Viral Dugaan Pungli yang Dilakukan Dishub ke Sopir Bajaj di Salemba Raya, Pramono Anung Ikut Buka Suara
Khususnya untuk bantuan PKH, pencairan sudah berlangsung beberapa hari ini turun hingga termin ketujuh, meskipun KPM yang sudah masuk dalam Berita Acara Serah Terima (BAST) belum serta-merta langsung mendapat saldo karena masih dalam proses di bank.
Sementara itu, bantuan penebalan sembako sebesar Rp400.000 untuk KPM BPNT juga mulai diproses secara bertahap, dengan target sekitar 14,8 juta KPM yang sudah disiapkan untuk pencairan dalam waktu dekat.
Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengonfirmasi bahwa proses penyaluran bantuan penebalan sembako Rp400.000 telah dimulai bersamaan dengan KPM BPNT tahap 2 yang tervalidasi.
Berdasarkan pemantauan aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), perubahan status terlihat di beberapa operator desa untuk penebalan sembako periode Juni dan Juli.
Baca Juga: Sudah Tahu? Cara Cek Sisa Kuota atau Bangku Kosong SPMB Jakarta 2025 Jenjang SD,SMP,SMA/SMK
Dimana sebagian sudah mencapai status Surat Perintah Membayar (SPM) dan sebagian lainnya masih dalam tahap pengecekan rekening.
Kondisi ini menunjukkan bahwa bantuan tambahan Rp400.000 telah diproses pencairannya oleh Kemensos dan kemungkinan besar akan disalurkan secara merata paling lambat minggu depan di seluruh wilayah Indonesia.
Target penerima penebalan sembako mencakup KPM BPNT murni maupun KPM BPNT plus PKH.
Bagi KPM yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia, disarankan untuk menghubungi langsung pihak PTP guna mengonfirmasi apakah sudah ada instruksi pencairan.
Hal ini mengingat PT Pos Indonesia sudah menerima sebagian daftar nama KPM penerima bantuan, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Sambil menyelesaikan penyaluran tahap kedua, Kemensos telah mempersiapkan proses penyaluran tahap ketiga untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2025.
Baca Juga: Pasutri Wajib Tahu! Jangan Kasih Nama Buah Hati Asal, Ada Peraturan Mendagri Loh, Begini...
Yang perlu dipahami adalah bahwa penerima bantuan tahap kedua tidak otomatis menjadi penerima di tahap ketiga.
Melainkan harus melalui proses pemutakhiran, verifikasi, dan validasi ulang untuk memastikan ketepatan sasaran.
Kemensos menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperbarui setiap tiga bulan melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Daerah, dan masyarakat.
Proses pra-penyaluran tahap ketiga meliputi beberapa kegiatan krusial:
- pemutakhiran dan validasi data penerima dengan memverifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK);
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia Dibuka hingga 11 Juli 2025, Mahasiswa di 7 Jurusan Ini Bisa Dapat Kuliah Gratis!
- pembersihan data KPM yang tidak lagi memenuhi syarat seperti yang sudah keluar dari kemiskinan atau meninggal dunia; serta
- pemasukan keluarga baru yang memenuhi kriteria melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel).
Kriteria penerima tetap sama: Warga Negara Indonesia (WNI) dari keluarga miskin atau rentan miskin (desil 1-5) yang bukan ASN, TNI, atau Polri.
Seluruh proses ini berlangsung di akhir Juni dan berlanjut di awal Juli 2025 untuk memastikan bantuan tepat sasaran.***