Bisnis

405.232 KPM PKH BPNT Akhirnya Cair Setelah Gagal Salur! Penebalan Bansos Rp400.000 Juga Mulai Dicairkan Hari Ini

Oleh: Fina Salsabila Aura Rabu 25 Jun 2025, 11:37 WIB
sebanyak 405.232 KPM PKH BPNT kini telah berhasil menerima bantuan dan dapat mulai mengecek kartu KKS mereka

AYOJAKARTA.COM - Kementerian Sosial Republik Indonesia mengumumkan pencapaian signifikan dalam penyelesaian masalah gagal salur bantuan sosial per 25 Juni 2025.

Dari total 768.381 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya mengalami gagal salur karena kendala rekening, sebanyak 405.232 KPM PKH BPNT kini telah berhasil menerima bantuan dan dapat mulai mengecek kartu KKS mereka.

Proses perbaikan ini telah memungkinkan pihak bank penyalur untuk melakukan transfer atau top up saldo bantuan.

Baca Juga: Ketentuan Resmi Gaji Pensiunan PNS 2025 Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2024

Namun, masih tersisa 363.149 KPM yang penyalurannya melalui Bank Himbara dan terus dalam proses perbaikan.

Menteri Sosial menjelaskan bahwa gagal salur ini disebabkan berbagai faktor, termasuk perubahan nama, ketidakcocokan administrasi, rekening pasif, rekening tidak ditemukan, perbedaan nama rekening, kartu tidak aktif, nomor kartu salah, dan kartu yang belum diterbitkan, sehingga memerlukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk perbaikannya.

Status Proses Bukol dan Distribusi Bantuan Berdasarkan Jalur Penyaluran

Data terbaru menunjukkan bahwa proses pencairan bansos saat ini telah menjangkau 8.542.979 KPM PKH (80,43%) dan 15.159.958 KPM BPNT (82,95%).

Sementara itu, masih terdapat sekitar 4,6 juta KPM yang sedang dalam proses buka rekening kolektif (bukol), terdiri dari 1.945.399 KPM PKH (19,4%) dan 2.723.515 KPM BPNT (14,9%).

Proses bukol ini khususnya dialami oleh KPM yang sebelumnya penyalurannya melalui PT Pos Indonesia dan kini dialihkan ke Bank Himbara.

Selain itu, masih ada 116.262 KPM PKH (0,12%) dan 393.610 KPM BPNT (2,2%) yang masih dalam tahap perbaikan data.

Baca Juga: Penebalan Bansos Rp400.000 Dimulai, BSU Rp600.000 Mulai Masuk Rekening BNI, BRI, BSI, dan Mandiri

Bank Himbara yang terdiri dari Bank BRI, Bank Mandiri, dan BSI telah melakukan konfirmasi nomor kartu yang aktif dan mengidentifikasi KPM yang sudah memiliki rekening untuk mempercepat proses pembukaan rekening baru, meskipun proses ini memerlukan waktu yang relatif lama.

Kementerian Sosial juga mempersiapkan program penebalan bansos BPNT sebesar Rp200.000 per bulan untuk periode Juni-Juli 2025 bagi 18,3 juta KPM, yang akan diproses bersamaan dengan penyaluran bansos sembako reguler Rp600.000.

Dengan demikian, setiap KPM BPNT akan menerima total Rp1 juta (Rp600.000 reguler + Rp400.000 penebalan).

Meskipun sudah siap disalurkan, penebalan bansos ini masih dalam proses di pihak perbankan dan diharapkan segera masuk ke rekening penerima.

Selain itu, program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 untuk pekerja juga telah mulai dicairkan melalui Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI dengan nominal Rp300.000 per bulan untuk periode Juni-Juli.

Program ini merupakan bagian dari paket stimulus pemerintahan Presiden Prabowo.

Dalam upaya peningkatan akurasi data, aplikasi Cek Bansos mencatat partisipasi masyarakat dengan 389.318 usul dan 5.453 sanggahan yang akan diverifikasi langsung di lapangan bersama data dari operator lingkup desa/kelurahan untuk menentukan kelayakan penerima bansos.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky