AYOJAKARTA.COM – Sejumlah warga DKI Jakarta mengeluhkan soal pencairan dana bantuan KJP Plus yang dinilai tidak tepat sasaran.
Sebagaimana diketahui, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan program bantuan dari pemerintah untuk peserta didik di wilayah DKI Jakarta.
Terkini, proses pencairan bantuan KJP Plus sudah sampai di tahap 1 tahun 2024 gelombang 2 bulan Mei, Juni, Juli.
Diketahui proses pencairan sudah dilakukan sejak tanggal 12 Juli 2024 kemarin.
Pada pencairan KJP Plus tahap 1 tahun 2024 gelombang 2 bulan Mei, Juni, Juli ini ada sebanyak 73.506 peserta didik yang ditetapkan sebagai penerima.
Namun rupanya tercatat ada sebanyak 56.000 peserta KJP Plus yang ternyata dinyatakan gagal cair atau belum dicairkan.
Terungkap penyebab sebagian besar peserta KJP Plus tersebut gagal cair dana bantuannya dikarenakan hasil verifikasi yang dilakukan di lapangan.
Beberapa hasil verifikasi di lapangan yang menyebabkan para peserta KJP Plus ini gagal cair diantaranya terkait dengan daya penggunaan listrik.
Kemudian penyebab lain seperti penggunaan elektronik seperti AC atau kepemilikan kendaraan pribadi seperti sepeda motor.
Akan tetapi hasil verifikasi di lapangan yang kemudian menyebabkan sebagian peserta KJP Plus tersebut gagal cair dinilai tidak sesuai.
Hal itu diungkapkan beramai-ramai oleh para peserta KJP Plus yang gagal cair melalui kolom komentar di unggahan Instagram @upt.p4op.
“Lah ini gara gara listrik 1300 watt ga dapet padahal ini tuh rekening listrik atas nama almarhum ayah saya. 1 rmh ada 3 KK,” keluh akun @ipunk_keanu.
“LISTRIK CUMA 900 WATT, MALAH TERINDIKASI 1300 WATT, DI SURVEI AJA KAGA, MANA UDH NUNGGU 3 BLN, TETANGGA SAYA MALAH DIKIRA PUNYA MOBIL, DUIT 57 RIBU ORANGNYA DIKEMANAIN? HADEHHH LUCU BANGET,” komentar @paelleap_.
“Hehehe, motor Cuma punya 1, yatim juga, dinyatakan gadapet setelah sekian lama nunggu, ini kalian meriksa apa dah? Meriksa lama lama eh tetep aja gak tepat sasaran aneh. Bilang aja apa pak/bu kalo dananya kurang dari awal. Apa jangan jangan dikorup? Wkwkwk,” tulis @_ivy024.
Ada juga akun @fitrianaffiqih yang meminta kejelasan dengan berkomentar, “Tolong klasifikasinya dong min, kenapa di web KJP ada keterangan listrik => 1300 watt, kepemilikan kendaraan motor >2, dll. Butuh penjelasan nih.”
Namun ada juga peserta dengan akun @merianawijayaputri24 yang mengalami kendala berbeda yang turut berkomentar, “Min kenapa pny anak saya tidak keluar2 padahal status masih ditetapkan sebagai penerima.”***