AYOJAKARTA.COM – Kabar terbaru soal penacairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang akan disalurkan setelah Idul Adha.
Terdapat beberapa KPM yang mengabarkan bahwa telah masuk saldo sebesar Rp600.000 dan Rp400.000 di Kartu KKS.
Dapat disimpulkan dari informasi yang beredar saldo tersebut merupakan bantuan BPNT yang disalurkan oleh pemerintah.
Namun, perlu dipahami bagi KPM yang sudah mendapatkan bantuan BPNT untuk alokasi Mei-Juni 2024 tentunya tidak akan mendapatkan bantuan tersebut.
Sebab, bantuan BPNT yang diberikan merupakan KPM dalam keterangan SIKS-NG telah menunjukkan SP2D dan SI namun tidak kunjung menerima bantuan beberapa waktu yang lalu.
Oleh karena itu, pencairan bantuan tersebut mulai disalurkan oleh pemerintah setelah Hari Raya Idul Adha ini, dan masih memiliki periode Mei-Juni.
Tak hanya itu, mengenai bantuan sosial yang lainnya pemerintah telah mengeluarkan informasi terbaru yang perlu diketahui oleh para KPM.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube DIARY BANSOS pada Jumat, 21 Juni 2024, kabarnya pemerintah akan menghentikan bantuan sosial kepada KPM yang telah melanggar aturan penerima.
Wakil presiden yakni Ma'ruf Amin mengusulkan agar para KPM yang telah menggunakan dana bansos untuk berjudi atau deposit slot untuk dicabut bantuannya oleh pemerintah.
Bantuan yang akan dicabut bagi pelaku judi online tersebut seperti bantuan PKH, BPNT, KIS, hingga bantuan pangan beras 10 kg.
Baca Juga: Tanpa UKT dan Bisa Pakai KIP Kuliah, 9 PTN Ini Bisa Jadi Pilihan Seleksi Jalur Mandiri!
Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera dan para penerima dapat menggunakan bansos dengan sebaik-baiknya.
Ma'ruf Amin pun menegaskan bahwa bantuan sosial ini hanya akan diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu, dan datanya akan diperbarui setiap tahun bahkan setiap bulan.
Informasi ini juga sebagai salah satu klasifikasi dari banyaknya berita yang beredar saat ini, soal bantuan yang akan diberikan kepada korban judi online.***