AYOJAKARTA.COM -- Kemensos benar-benar bergerak cepat untuk terus menyalurkan bansos reguler kepada KPM PKH murni, dan KPM PKH+BPNT di berbagai daerah.
Memasuki awal Mei, dua bansos reguler Kemensos masih terus dicairkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia untuk periode salur April-Juni.
Sasaran penerima bansos reguler ini adalah KPM PKH murni dan KPM PKH dan BPNT yang namanya sudah tercantum di data bayar atau SP2D pencairan bantuan.
Baca Juga: 10 Kelemahan Golongan Darah O yang Tak Diketahui Banyak Orang, Apa Saja?
Memasuki minggu pertama di bulan Mei 2024, Kemensos terus menyalurkan bansos reguler berupa PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 3 untuk periode salur April-Juni.
Bantuan yang bersifat tunai tersebut disalurkan melalui kantor pos cabang kecamatan kota terdekat di daerah masing-masing.
Jika penerima bantuan dalam jumlah yang banyak maka penyaluran bantuan akan ditempatkan di titik-titik komunitas baik kantor kelurahan atau desa yang berkoordinasi dengan pihak PT Pos Indonesia.
Keluarga penerima manfaat yang mendapatkan bantuan PKH dan BPNT ini wajib terdaftar aktif dalam DTKS Kemensos RI dan dinyatakan layak sebagai penerima bantuan.
Kemensos sudah mengalokasikan target penerima bansos PKH Tahap 2 sebanyak 10 juta KPM PKH murni dan KPM PKH+BPNT sedangkan untuk BPNT Tahap 3 dicairkan kepada 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH.
Bansos PKH dan BPNT yang dikategorikan sebagai bansos perlinsos ini diberikan dengan tujuan yg untuk mengentaskan kemiskinan dan membantu mencukupi kebutuhan hidup para keluarga penerima manfaat.
Tanda akan dicairkan bansos PKH dan BPNT apabila status di SIKS-NG kedua bantuan tersebut sudah menunjukkan SI atau Standing Instruction.
Kemensos telah melakukan validasi dan verifikasi data penerima bantuan PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 3 dengan memadupadankan data usulan status kelayakan penerima bansos dari pemerintah daerah dan data DTKS Kemensos.
Baca Juga: 20 SMA Terbaik di Jakarta Timur 2024 Berdasarkan Nilai UTBK, Swasta juga Ada Lho!
Sebagai petimbangan lainnya, Kemensos juga mengecek data geotagging dari PT Pos Indonesia, dan data BPJS ketenagakerjaan dari calon penerima.
Jika persyaratan seluruhnya terpenuhi maka KPM baru bisa dinyatakan layak sebagai penerima bantuan dari Kemensos.
Lalu berapa nominal pencairan bansos PKH dan BPNT alokasi April-Juni?
KPM akan menerima bansos PKH Tahap 2 dengan nominal yang berbeda-beda tergantung komponen yang dimiliki.
KPM hanya bisa menerima pencairan maksimal empat komponen dalam satu KK.
Berikut rincian nominal PKH Tahap 2 melalui PT Pos Indonesia periode salur April-Juni.
- Kategori anak SD sederajat Rp225 ribu
- Kategori anak SMP sederajat Rp375 ribu
- Kategori anak SMA, SMK Sederajat Rp500 ribu
- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp600 ribu
- Kategori penyandang disabilitas berat Rp600 ribu
- Kategori Ibu hamil Rp750 ribu
- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp750 ribu
Sedangkan bansos BPNT Tahap 3 alokasi April-Juni dicairkan dengan nominal sebesar Rp600 ribu.
Lalu bagaimana update pencairan bansos PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 3 periode April-Juni melalui PT Pos Indonesia di hari ini, Sabtu tanggal 4 Mei 2024?
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube Diary Bansos pada hari Sabtu, 4/5/24, terpantau ada beberapa daerah yang menerima pencairan bansos PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 3 untuk periode salur April-Juni.
Daerah Sukajaya, Bogor dan Aceh hari ini menerima bantuan PKH Tahap 2 dan BPNT Tahap 3 untuk periode salur April-Juni.
Jumlah nominal yang diterima masing-masing KPM PKH+BPNT bervariasi hingga mencapai Rp3,6 juta jika memiliki komponen lansia dua orang dengan pencairan Rp1,5 juta kemudian komponen ibu hamil satu orang Rp750 ribu dan anak usia dini satu orang Rp750 ribu.
Untuk pencairan bansos BPNT Tahap 3 mendapatkan pencairan bantuan sebesar Rp600ribu.
Jadi bagi KPM PKH murni dan KPM PKH+BPNT yang sudah menerima surat undangan resmi barcode dari PT Pos Indonesia terkait pencairan bansos maka segera ambil dana bantuanmu.
Persyaratan pengambilan bansos dengan membawa surat undangan resmi barcode yang sudah diterima, KTP el asli dan KK asli.***