AYOJAKARTA.COM - Sudah memasuki minggu ketiga April, keluarga penerima manfaat baik penerima BPNT, PKH, dan bansos Non DTKS akan menerima pencairan bansos Pemerintah.
Terpantau mulai tanggal 16 April 2024, beberapa bantuan sosial sudah mulai dicairkan secara bertahap kepada KPM yang namanya sudah masuk dalam data bayar SP2D.
Pemerintah baik Kemensos dan Bapanas serentak menyalurkan bantuan kepada penerima bansos sesuai dengan kategori bantuan yang diterima.
Baca Juga: Bantuan PIP Rp450 Ribu hingga Rp1,8 Juta Sudah Cair, Siswa Penerima Bantuan Segera Lakukan Aktivasi!
Bukan hanya dalam bentuk uang, Pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa barang yang dibagikan kepada keluarga penerima manfaat dalam kategori prasejahtera atau rentan miskin.
Untuk bantuan yang berasal dari Kemensos RI, KPM yang dinyatakan layak menerima bantuan dan sudah terverifikasi datanya dipastikan akan mendapatkan pencairan bantuan baik melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara dan BSI atau PT Pos Indonesia.
Khususunya yang dicairkan melalui PT Pos Indonesia, beberapa bansos bansos mulai dicairkan kembali dicairkan pasca lebaran atau tanggal 16-30 April 2024.
Dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan kanal YouTube Diary Bansos (17/4/24), berikut empat bansos yang dicairkan via PT Pos Indonesia.
1. BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) via PT Pos Indonesia
Kemensos mencairkan bansos BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) periode bulan April-Juni via PT Pos Indonesia dengan besaran bantuan yang dicairkan adalah Rp600 ribu.
Sebanyak 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH dan terdaftar di DTKS Kemensos RI berhak menerima pencairan BPNT Tahap 4 periode salur April-Juni.
Status SIKS-NG penerima bansos BPNT Tahap 4 adalah SI (Standing Instruction) artinya pihak Kemensos sudah melakukan transfer atau pemindah bukuan dana bantuan BPNT menuju pihak PT Pos Indonesia sebagai agen penyalurnya.
Bagi KPM yang sudah menerima surat undangan pos untuk pencairan bantuan maka sebaiknya segera mengambil dana bantuannya dengan membawa bukti surat undangan pos barcode, KTP-el asli, dan KK asli sesuai dengan waktu dan tempat pencairan bantuan yang sudah ditentukan.
2. PKH (Program Keluarga Harapan) via PT Pos Indonesia
Selain BPNT Tahap 4, bansos PKH Tahap 2 juga dicairkan untuk periode salur April-Juni melalui PT Pos Indonesia.
Nominal pencairannya, sebagai berikut:
- Kategori anak SD sederajat Rp225 ribu
- Kategori anak SMP sederajat Rp375 ribu
- Kategori anak SMA, SMK Sederajat Rp500 ribu
- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp600 ribu
- Kategori penyandang disabilitas berat Rp600 ribu
- Kategori Ibu hamil Rp750 ribu
- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp750 ribu
Sasaran penerimanya adalah 10 juta KPM PKH murni dan PKH+BPNT yang status SIKS-NG sudah SI (Standing Instruction).
Baca Juga: Intip! Alur Seleksi 8 Sekolah Kedinasan, Ada yang Cuma 3 Tahapan Loh
3. Bansos MRP Cadangan Beras Pemerintah 10 kg
Bansos MRP (Mitigasi Rawan Pangan) dibagikan kepada keluarga penerima manfaat dalam bentuk Cadangan Beras Pemerintah 10 kg.
Sasaran penerima adalah 22 juta KPM yang masuk dalam kategori keluarga prioritas miskin hingga miskin ekstrem.
Pasca lebaran, bansos ini kembali dicairkan mulai tanggal 16 April 2024 dan sudah masuk ke tahap keempat pencairan.
Target penyaluran bantuan hingga akhir semester satu di bulan Juni 2024 dan dibagikan merata untuk para KPM prioritas miskin ekstrem.
Bansos ini dikhususkan bagi keluarga penerima manfaat prioritas miskin ekstrem yang masuk dal data desil P3KE Kemenko PMK bukan lagi diambil dari DTKS Kemensos RI.
Penyaluran bantuan yang berasal dari Bapanas dan Perum Bulog dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan transporter serta jadwalnya berbeda-beda waktunya untuk tiap daerah di Indonesia.
Keluarga penerima manfaat akan mengambil bansos melalui kantor pos cabang kecamatan kota atau ditempatkan di titik komunitas baik di kantor kelurahan atau kantor desa jika KPM penerima dalam jumlah yang banyak.
Pihak transporter juga akan menyalurkan bantuan langsung jika penerima mengalami sakit menahun, penyandang disabilitas berat, atau lansia.
Baca Juga: 4 Jawaban Interview Kerja Ketika Ditanya 'Ngapain Aja Selama Nganggur' Oleh HRD
4. Bantuan Daging Ayam dan Telur
Bantuan daging ayam dan telur juga dibagikan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 1,4 juta anak usia dini (0-6 tahun) yang masuk dalam kategori keluarga rawan stunting.
Berdasarkan data BKKBN, bantuan ini akan dilanjutkan lagi pencairannya di tujuh Provinsi di Indonesia pasca lebaran yang terpantau dengan tingkat kerawanan stunting tertinggi di Indonesia.
Sasaran penerima adalah anak usia dini yang tercatat memiliki risiko stunting dengan pemantauan posyandu setiap bulannya.
Periode penyaluran bantuan daging ayam+telur ini adalah tiga bulan yaitu Maret-Mei 2024 yang sudah disalurkan melalui titik-titik komunitas baik di kantor kelurahan atau desa.
Bapanas menyalurkan bantuan berupa 1 kg daging ayam dan 10 butir telur dan dibagikan secara merata di beberapa wilayah Provinsi di Indonesia, misalnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. ***