Bisnis

Belum Juga Cair Pasca Lebaran Idulfitri, BLT Mitigasi Risiko Pangan Akan Cair Bulan April Ini?

Oleh: Ahmad Nuryaman Jumat 12 Apr 2024, 15:25 WIB
Ilustrasi pencairan bansos

AYOJAKARTA.COM - Pasca lebaran idulfitri, bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan belum juga cair.

Padahal para KPM sudah berharap BLT Mitigasi Risiko Pangan akan cair bulan ramadhan lebih tepatnya jelang lebaran idulfitri.

Sebab Menko Airlangga Hartarto sempat memberikan pernyataan bahwa bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan dipastikan cair sebelum lebaran idulfitri.

Namun hingga H+2 lebaran, belum ada perkembangan terbaru terkait jadwal pencairan bansos ini.

Baca Juga: Primbon Jawa: 4 Tanggal Lahir Ini Dipercaya Bakal Bergelimpangan Harta Seumur Hidup, Jarang Disentuh Utang!

Informasi terbaru di dapat saat Menko memberikan keterangan dalam sidang perselisihan pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat, 5 April 2024.

Ketum Golkar itu mengatakan bansos BLT ini ditargetkan cair pada semester 1 tahun 2024.

Berdasarkan keterangan tersebut, pencairan bansos dapat diprediksi pencairannya.

Dengan demikian BLT dapat disalurkan paling cepat pada bulan April ini.

Namun keterlambatan bisa saja terjadi akan disalurkan pada bulan Juni mendatang.

Semula memang BLT dijadwalkan akan cair di bulan Februari untuk periode salur Januari - Maret 2024.

Namun periode salur sudah bergeser menjadi periode April - Juni 2024.

Alhasil para KPM harus menunggu lagi hingga BLT ini diumumkan secara resmi pencairannya.

Baca Juga: Tes IQ: Bisakah Kamu Menemukan Kuda yang Tersembunyi di Gambar Ini? Buktikan Ketelitianmu!

Perlu diketahui BLT MRP ditargetkan memiliki sasaran pada sejumlah 18,8 juta KPM.

KPM yang berhak menerimanya berdasarkan dari sumber Data Terpadu Kesejahteraan sosial dari Kemensos.

Setiap bulannya para KPM menerima Rp 200 ribu perbulan, namun untuk efektivitas penyaluran dilakukan setiap 3 bulan.

Estimasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp 11,3 triliun untuk target 18,8 juta KPM.***

Baca Juga: Pernah Berpikir bahwa Semua Orang Membencimu? Ternyata Ada Penyebabnya Lho, Begini Faktor-faktornya Menurut Psikolog

Reporter Ahmad Nuryaman
Editor Imanudin Abdurohman