AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu merasa bahwa semua orang tidak menyukaimu atau bahkan membencimu?
Dilansir dari akun TikTok @psikolog.pasca, ada beberapa penyebab perasaan tersebut muncul dalam dirimu.
Yang pertama, karena kamu memiliki pola pikir distorsi kognitif. Pola pikir ini membuat kamu merasa kalau tidak disukai berarti dibenci.
Mungkin kamu pernah mengalami kejadian ketika orang lain tidak suka denganmu, dan kamu menarik kesimpulan bahwa orang tersebut membencimu.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Rasa Kesukaanmu Bisa Ungkap Kepribadian Sejatimu Lho
Yang kedua, kurangnya interaksi sosial dengan orang lain sehingga kamu tidak bisa memahami sudut pandang orang lain terhadapmu.
Kurangnya interaksi sosial bisa membuatmu mengalami kesepian, dan menganggap orang lain tidak bisa memahamimu.
Seperti halnya distorsi kognitif tadi, pada saat orang lain kamu anggap tidak bisa memahamimu, maka kamu langsung berpikir bahwa semua orang membencimu.
Yang ketiga, adanya keberhargaan diri atau self-esteem yang rendah yang membuatmu berpikir bahwa kalau kamu tidak berharga di depan orang lain, maka orang lain akan tidak menyenangi kita.
Faktor lainnya adalah perundungan atau bullying yang pernah kamu alami.
Ketika kamu mengalami hal yang tidak menyenangkan, pada akhirnya kamu menganggap tidak ada satu orang pun yang bisa menyenangkan kamu, memahami kamu.
Pada akhirnya juga kamu akan berpikir bahwa semua orang membencimu.
Baca Juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Akan Maju di Pilgub DKI Jakarta, Ahmad Sahroni Beri Ucapan Seperti Ini
Faktor yang terakhir bisa jadi kamu memang punya kecenderungan untuk lebih sensitif.
Lebih sensitif artinya ketika kamu berinteraksi dengan orang lain, kamu pun berharap orang tersebut memahami dengan cara yang kamu inginkan.
Terlalu sensitif bisa juga menyimpulkan sesuatu dengan tidak tepat.***
Baca Juga: Calon Pemudik Masih Padati Stasiun Pasar Senen di Hari Kedua Setelah Lebaran

Share this article
Apakah kamu pernah berpikir bahwa semua orang membencimu? Ternyata ada penyebab utamanya lho, begini faktor-faktornya menurut Psikolog