AYOJAKARTA.COM – Pemerintah akhirnya memberikan penjelasan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram per bulan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di tahun 2025.
Meskipun sempat diumumkan akan dimulai pada awal tahun, hingga akhir April, bantuan tersebut belum juga disalurkan.
Pada awal 2025, Badan Pangan Nasional telah menyampaikan bahwa bansos pangan berupa beras 10 kg akan diberikan selama enam bulan, dimulai dari Januari.
Baca Juga: Full Senyum! Aturan PKH 2025 Resmi Berubah: Bansos untuk Anak Usia Dini Diperluas hingga di Bawah 7 Tahun!
Namun, hingga saat ini belum ada penyaluran bantuan, meskipun cadangan beras pemerintah (CBP) terpantau sangat melimpah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok cadangan beras saat ini mencapai 3,18 juta ton, angka tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Ini adalah rekor tertinggi selama 23 tahun terakhir, bahkan mungkin sejak awal kemerdekaan,” ujarnya, Sabtu (26/4).
Ia menambahkan, produksi dalam negeri pada Januari–April 2025 mengalami lonjakan hingga 62 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dengan proyeksi total produksi tahun ini bisa menembus 34 juta ton.
Meski stok melimpah, bansos beras 10 kg belum kunjung disalurkan. Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa bantuan hanya akan disalurkan jika terjadi lonjakan harga beras di pasaran.
“Kalau harga naik, CBP akan dikeluarkan untuk stabilisasi. Tapi kalau harga stabil, tidak perlu,” jelasnya di Jakarta, Selasa (22/4).
Baca Juga: Cara Hilangkan Iklan di HP Secara Permanen, Works di Semua Tipe Android
Pernyataan tersebut menjawab keresahan masyarakat, terutama KPM yang belum menerima bantuan sebagaimana mereka terima di tahun sebelumnya.
Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran bansos beras 10 kg akan tetap dilakukan, namun dengan memperhatikan kondisi pasar dan harga gabah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, menambahkan bahwa penundaan dilakukan demi melindungi harga gabah petani di tengah musim panen raya yang berlangsung sejak Februari hingga April.
“Kalau bantuan disalurkan saat panen, harga gabah petani bisa anjlok. Itu yang coba kita hindari,” katanya, Selasa (4/2).
Zulkifli menegaskan bahwa bansos tetap akan disalurkan setelah panen raya selesai.
Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 900.000 ton beras dengan total anggaran Rp16,6 triliun untuk program ini.
Namun, jadwal pasti dari penyaluran bansos beras 10 kg masih menunggu keputusan rapat lanjutan.
Dengan akan berakhirnya bulan April dan memasuki Mei, banyak pihak berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai waktu penyaluran bansos beras 10 kg.***