AYOJAKARTA.COM--Cepatnya pertumbuhan gerai Mixue yang membuka cabangnya di banyak tempat menimbulkan pertanyaan sebenarnya berapa keuntungan dari frenchisenya.
Mixue adalah perusahaan waralaba dengan produk ice cream dan teh yang berasal dari Negeri Tiongkok dan sudah berdiri sejak tahun 1997, namun baru masuk ke Indonesia pada tahun 2020.
Persebaran gerai Mixue memang bisa dinilai sangat cepat akhir-akhir ini. Bahkan jumlahnya sudah saingi gerai BurgerKing secara global.
Baca Juga: Ingin Kaya? Dokter Tifa Bocorkan Bisnis Paling Menguntungkan di 2023, Simak di Sini!
Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @ngomonginuan, jumlah gerai Mixue yang saat ini ada adalah sekitar 360 gerai di Indonesia dan 20 ribu gerai di dunia yang akan segera menyalip jumlah gerai KFC.
Namun minuman manis seperti Mixue dinilai kurang baik untuk kesehatan karena terlalu banyak mengandung gula.
Terlalu banyak kandungan gula yang dikonsumsi manusia bisa membuat obesitas dan juga diabetes, ini merupakan masalah kesehatan jangka panjang.
Tidak hanya produk Mixue saja yang berbahaya pada kesehatan dalam jangka panjang. Adapun teh manis dalam kemasan, kopi sachet dengan gula yang tinggi, teh kekinian yang super manis, dan aneka minuman manis dalam kaleng.
Mixue Ice Cream & Tea ternyata memiliki 2 trik jitu di balik kesuksesannya, yaitu :
1. Menjual produk lebih murah dari kompetitor
2. Memberi laba hingga 60% kepada pembeli waralaba
Baca Juga: Tertarik Untuk Buka Franchise Mixue? Cek Rincian Modalnya di Sini
Karena kedua hal inilah membuat pertumbuhan gerai Mixue makin menjamur di Indonesia. Mixue selalu ramai oleh pembeli karena harganya yang murah.
Para investor juga banyak yang tertarik karena akan mendapatkan profit yang lebih besar dengan membuka franchise Mixue.
Dikutip dari akun Twitter @Strategi_Bisnis, biaya franchise Mixue adalah Rp400 juta belum termasuk biaya sewa tempat dan memiliki target penjualan 500 cup perhari.
Jika diuangkan target penjualan adalah Rp5 juta perhari atau Rp150 juta per bulan. Dengan kata lain gross profit 60% yang akan di dapat adalah Rp90 juta per bulan.
Baca Juga: Intip 11 Bisnis Nagita Slavina yang Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah
Maka jika biaya sewa ruko dan gaji karyawan dihitung sebesar Rp30 juta per bulan, laba bersih adalah Rp60 juta per bulan.
Dengan begitu hanya dalam waktu 7 bulan saja para investor sudah bisa mendapatkan kembali modalnya (balik modal).
Tentu tidak mudah untuk menjual 500 cup per hari, karena itu berarti dalam setiap jam harus menjual 40 cup apabila jam operasi berjumlah 12 jam.
Target yang lebih realistis adalah menjual 250 cup per hari, dengan target ini maka investor akan balik modal dalam waktu 14 bulan.**