AYOJAKARTA.COM - Mixue, gerai es krim yang viral, banyak digandrungi dari berbagai kalangan karena harganya yang murah dengan porsi yang lumayan banyak.
Perlu diketahui Mixue ini berasal dari China Tiongkok. Sedangkan gerai Mixue di tanah air hingga saat ini sekitar 360 titik (akan terus bertambah), tersebar di seluruh Indonesia.
Beberapa bulan ini Mixue cukup meledak ditandai dengan penjualannya mencapai 500 cup/hari, dengan pemilik yg untung 60% dari omset yg diperkirakan 150 jt/bulan.
Baca Juga: Terkuak Rahasia Gerai Mixue Ada Dimana-mana, Jumlahnya Bahkan Hampir Salip KFC
Mixue ini merupakan salah satu jenis es krim/minuman kekinian dengan kandungan gula tinggi. Yang sebenarnya tidak bagus untuk kesehatan tubuh.
Minuman yang terlalu manis, sudah pasti akan menyebabkan problem kesehatan jangka panjang, seperti obesitas dan diabetes.
Dikutip AyoJakarta.com dari tweet pribadi milik dr. Gia Pratama, ia memaparkan perkembangan penderita diabetes di Indonesia, lima tahun terakhir meningkat tajam (2013-2018).
"Eskrim murah, porsi banyak, dengan penjualan 500 cup/hari, dengan pemilik yg untung 60% dari omset yg diperkirakan 150 jt/bulan, serta tempat penjualan sampai 360 titik (akan terus nambah) di seluruh Indonesia. Perjuangan membendung diabetes di Indonesia akan semakin berat," tulis dr. Gia Pratama.
Baca Juga: Heboh Mixue Pasang Logo Halal, Kemenag Tegur Keras Kepada Seluruh Gerai: Mohon Tidak Memasang Dulu
Data tersebut dikeluarkan oleh RISKEDAS Kemenkes 2018, setiap lima tahun sekali. Yang artinya tahun ini akan ada data yang keluar.
"Tahun ini akan ada RISKESDAS 2023, kita lihat separah apa peningkatan lima tahun terakhir," cuitnya di twitter.
Hampir semua pihak tidak akan suka dengan kondisi diabetes merajalela di Indonesia, karena diabetes itu induk dari berbagai macam penyakit.
Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Brand Mixue, Es Krim Murah yang Ramai Diperbincangkan Saat Ini!
Selain Mixue yang happy karena pelanggannya semakin bertambah banyak. Yang paling happy lain ya mungkin perusahaan farmasi yang memproduksi pen insulin, "konsumen tetap" nya akan terus meningkat.
Perusahaan mesin cuci darah juga bakal happy, karena hampir 50% penderita gagal ginjal adalah penderita diabetes militus.
Persamaan Mixue, perusahaan farmasi penghasil insulin, dan dominasi perusahaan penghasil mesin cuci darah adalah semua perusahaan asing.
Mungkin kita tak menyadari, tapi sebenarnya sedang dijajah secara halus, karena lagi-lagi perusahaan asing yang berkuasa, rumit dan pelik.***

Share this article
Penderita diabetes di lima tahun terakhir tercatat meningkat, dan perjuangan membendung diabetes di Indonesia akan semakin berat.