Bodetabek

Resmi! Pemerintah DKI Jakarta Himbau Terapkan WFH untuk Menghindari Potensi Cuaca Buruk dan Badai Jabodetabek

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Selasa 27 Des 2022, 20:42 WIB
Resmi! Pemerintah DKI Jakarta Himbau Terapkan WFH untuk Menghindari Potensi Cuaca Buruk dan Badai Jabodetabek

AYOJAKARTA.COM – Berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem dan badai di DKI Jakarta, pemerintah setempat memberikan himbauan untuk perusahaan menerapkan sistem bekerja dari rumah (WFH).

Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memberikan himbauan kepada perusahaan untuk memperbolehkan karyawannya bekerja dari rumah.

Hal ini ia sampaikan berkaitan dengan potensi badai dahsyat yang diperkirakan akan melanda Jabodetabek pada hari Rabu (28/12/2022).

Dikutip AyoJakarta dari PMJ News, Heru menyampaikan bahwa kebijakan WFH ini bertujuan untuk menghindari bahaya dari cuaca ekstrem, termasuk menekan kemacetan menjelang tahun baru.

Baca Juga: Artis Dadakan, Ini 4 Orang yang Terkenal Instan Lewat TikTok Selama 2022!

"Kalau memang nanti jam kerja, masing-masing (perusahaan) swasta bisa mengambil kebijakan untuk WFH," terang Heru di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2022).

Prediksi Badai Dahsyat

Seorang peneliti dari BRIN, Erma Yulihastin menyampaikan peringatan terhadap warga Jabotedabek untuk berhati-hati atas hujan ekstrem serta badai dahsyat yang akan hadir pada tanggal 28 Desember.

Informasi tentang badai dahsyat yang akan menerjang Banten dan Jabodetabek ini disampaikan oleh Erma melalui akun twitternya, pada hari Senin (26/12/2022).

Baca Juga: Richard Eliezer Alami Hipomania Dominan, Ahli Psikologi Klinis: Dari Ketakutan Menjadi Bersemangat tapi...

“Siapapun Anda yg tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022,” cuitnya di @EYulihastin.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa ada badai yang akan datang dari laut ke wilayah darat melalui angin baratan dan angin permukaan yang kuat.

“Badai dahsyat dari laut akan dipindahkan ke darat melalui dua jalur: dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst) dan dari utara melalui angin permukaan yg kuat (northerly, CENS),” tambahnya.

Atas dasar hal tersebut, Erma kemudian menyampaikan bahwa Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi wilayah utama terjadinya badai dahsyat tersebut.

Baca Juga: Ingin Rejeki Melimpah? Terapkan 5 Kunci Pekerjaaan Lancar dan Penuh Berkah Ala Mbah Moen Ini

Ia bahkan menyebutkan, badai dahsyat ini akan terjadi sejak siang hingga malam hari pada tanggal 28 Desember 2022.

“Maka Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022,” kata Erma.

Sementara itu, Erma juga menyebutkan, hujan persisten akan terjadi akibat konvergensi di darat yang akan menjangkau wilayah lain di Jawa Barat.

“Konvergensi di darat juga akan terjadi secara massif sehingga hujan persisten pada 28 Desember 2022 akan terjadi meluas, menjangkau wilayah lain di Jawa bagian barat,” tuturnyta.

Baca Juga: Putri Candrawathi Bisa Bebas dari Pasal Pembunuhan, Ahli Hukum Pidana: Bukan Pelaku Aktif

Terbaru, Erma menyampaikan bahwa jalur badai dari laut ke darat sudah mulai terbentuk sejak hari Selasa pagi dan akan bergabung dengan badai konveksi yang terbentuk di darat dengan inti badai di atas Banten.

“Jalan "tol hujan" dari laut ke darat mulai terbentuk pagi ini (27/12) dari pukul 03.00 WIB. Tol hujan ini bernama badai squall line di laut (Samudra Hindia) yang bergabung dengan badai konvektif skala meso (MCC) yang terbentuk di darat dengan inti badai di atas wilayah Banten,” cuitnya pada Selasa (27/12/2022).***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren