BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan berdasarkan data perkantoran menjadi salah satu klaster penularan cukup tinggi di Kota Bogor. Sebagai salah satu upaya mengurangi sebaran ia mengimbau perkantoran di Bogor mengadakan rapat di taman kota.
Menurut Bima, risiko penularan virus terjadi ketika sirkulasi udara di ruangan kantor kurang berjalan dengan baik. Kondisi ini semakin diperparah jika ada banyak orang di ruangan itu.
AYO BACA : Harian Covid-19 Nasional Bertambah 4.411, Kasus Aktif Lebih dari 63 Ribu (Update 15 Oktober 2020)
"Makanya kita imbau perkantoran untuk menerapkan 50 persen WFH (bekerja dari rumah), terlebih bagi yang memiliki penyakit bawaan atau ibu hamil. Kemudian kita akan fungsikan taman-taman kota untuk tempat rapat,” kata Bima, Kamis (15/10/2020).
Bima menjelaskan, di lingkungan Balai Kota Bogor, untuk rapat dalam waktu lama dengan melibatkan banyak dinas, pihaknya menggelar rapat di luar ruang, seperti taman.
AYO BACA : VAKSIN COVID-19: Harga Dijamin Terjangkau
"Rapat-rapat ini kita larang di dalam ruangan. Bagi kantor (pemerintahan maupun swasta) yang ingin rapat silahkan gunakan taman atau outdoor. Pemerintah kota juga sering gunakan Taman Ekspresi. Tapi nanti silakan di taman mana pun. Tinggal berkoordinasi saja dengan Bidang Pertamanan (Disperumkim). Kita dorong untuk rapat atau aktivitas di luar. Ini salah satu manajemen risiko penularan di kantor,” katanya.
Bagi instansi swasta maupun pemerintahan yang ingin memanfaatkan taman untuk rapat, bisa menghubungi Bidang Pertamanan Disperumkim Kota Bogor di nomor 087788642102, minimal menginformasikan 3 hari sebelum pelaksanaan rapat.
akni dari Senin-Jumat pada jam 08.00 - 16.00 WIB. Tak lupa, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Untuk sementara, lokasi yang bisa dimanfaatkan adalah Taman Ekspresi, Taman Peranginan, Taman Heulang, Taman Kencana dan Lapangan Kresna.
AYO BACA : Tak Sediakan Thermo Gun, Satpol PP Segel Tempat Makan di Tanjung Priok