Depok

Kota Depok Berstatus Siaga 1 Zona Merah Corona

Oleh: Admin Jumat 08 Jan 2021, 20:35 WIB
ilustrasi wabah virus corona/ shutterstock

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM -  Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, saat ini status Kota Depok adalah siaga satu zona merah Covid-19. Itu terjadi lantaran hampir setiap hari ada ratusan warga yang terinfeksi Covid-19, dengan kondisi yang terus melonjak.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, melaporkan terjadi lonjakan penambahan pasien positif Covid-19, Jumat (8/1/2021) mencapai 407 orang. Selain itu juga terjadi lonjakan korban positif Covid-19 yang meninggal dunia yakni sebanyak 9 orang. Total pasien positif Covid-19 sudah mencapai 19. 253 orang. Adapun total korban meninggal dunia menjadi 457 orang atau 2, 37 persen.

AYO BACA : Pecah Rekor 3 Hari Berturut-turut, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 10.617 dalam Sehari

"Saat ini Kota Depok berstatus zona merah siaga satu Covid-19. Ruang perawatan RSUD Kota Depok sudah penuh dan semua rumah sakit rujukan hampir terisi pasien Covid-19," ujar Novarita di Balai Kota Depok, Jumat (8/1/2021).

Menurut Novarita, melonjaknya korban Covid-19 membuat pihaknya terpaksa harus menambah jumlah tempat tidur dan ruang ICU di RSUD Kota Depok sejumlah rumah sakit swasta rujukan Covid-19. 

AYO BACA : Jika Risiko Penularan Corona Meninggi, WFH dan Larangan Makan di Rumah Makan Bisa 100 Persen

"Rencananya akan ditambah 100 tempat tidur di rumah sakit rujukan di Kota Depok. Tapi tentunya menambah jumlah tempat tidur bukanlah solusi untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Novarita, pihaknya meminta warga untuk taat jalani protokol kesehatan. 

"Pencegahan harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, disiplin protokol kesehatan juga harus ditingkatkan. Penanganan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tetapi masyarakat juga memegang peranan penting dalam membasmi pandemi Covid-19. Terapkan 3M, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak. Jangan keluar rumah kalau memang tidak terlalu mendesak," harapnya
.

AYO BACA : SBY Ajak Masyarakat Terapkan Prokes Ketat, Vaksin Bukan Pemusnah Pandemi

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati