AYOJAKARTA.COM — Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus adalah salah satu program unggulan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung pendidikan siswa dengan memberikan bantuan dana secara langsung.
Namun, tak jarang pengguna menghadapi masalah seperti kartu hilang, lupa PIN, atau kebingungan karena perbedaan saldo.
Kehilangan KJP Plus bisa menjadi masalah besar karena kartu ini tidak hanya digunakan untuk berbelanja, tetapi juga sebagai alat kontrol dana bantuan.
Baca Juga: KJP Plus Dicairkan 3 Hari Lagi! Berikut Besaran Dana yang Diterima Peserta Didik per Bulan
KJP Plus yang Hilang
Langkah pertama, buat laporan kehilangan di kantor polisi terdekat untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan.
Bawa surat keterangan kehilangan, identitas diri, dan dokumen pendukung seperti buku tabungan KJP Plus. Petugas Bank DKI akan membantu Anda mengganti kartu yang hilang.
Setelah proses administrasi selesai, Anda akan mendapatkan kartu baru dengan saldo yang sama seperti sebelumnya. Pastikan Anda mengingat PIN baru yang diberikan.
Lupa PIN KJP Plus
PIN KJP Plus adalah kunci untuk mengakses dana melalui ATM. Jika Anda lupa PIN, jangan mencoba memasukkan kombinasi secara acak karena kartu bisa terblokir.
Sama seperti kasus kehilangan, Anda perlu membawa dokumen pendukung seperti KTP, buku tabungan, dan kartu KJP Plus Anda.
Petugas bank akan memproses reset PIN. Setelah reset, Anda akan diminta membuat PIN baru. Pilih kombinasi yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak oleh orang lain.
Baca Juga: Sebanyak 523.622 Siswa Jadi Penerima KJP Plus Tahap II 2024, Berikut Cara Cek Apakah Kamu Termasuk?
Perbedaan Saldo di Buku Tabungan dan ATM
Salah satu pertanyaan umum dari pemegang KJP Plus adalah mengapa saldo di buku tabungan berbeda dengan saldo yang terlihat di ATM.
Saldo ini mencerminkan total dana yang telah ditransfer ke rekening KJP Plus Anda oleh pemerintah. Dana ini biasanya ditransfer secara langsung untuk satu semester penuh.
Saldo yang terlihat di ATM adalah dana yang sudah dicairkan dan siap digunakan untuk belanja kebutuhan pendidikan. Dana dicairkan secara berkala sesuai jadwal, baik bulanan maupun per semester.
Jika Anda merasa ada ketidaksesuaian saldo, segera periksa mutasi rekening melalui ATM atau buku tabungan Anda. Untuk kendala yang lebih serius, langsung hubungi Bank DKI untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci.***