AYOJAKARTA.COM-- Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kecukupan likuiditas Rupiah.
"Bank Indonesia berada di pasar untuk memastikan nilai Tukar Rupiah bergerak sesuai nilai fundamentalnya melalui mekanisme pasar yang berjalan dengan baik," katanya dalam keterangannya kepada Media, Senin 1 September 2025.
Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar "off-shore" dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder.
Baca Juga: Ramai Imbauan Hati-hati Darurat Militer, Apa yang akan Terjadi di Indonesia?
"Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas Rupiah dengan membuka akses likuiditas kepada perbankan melalui transaksi repo, transaksi fx swap dan pembelian SBN di pasar sekunder, serta lending/financing facility," jelas Erwin.
Sementara itu, berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, BI menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah pada 25 – 29 Agustus 2025 dimana pada Kamis, 28 Agustus 2025, Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.340 per dolar AS dan ditutup pada level (bid) Rp16.340 per dolar AS.
Sedangkan Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 6,30%. Adapun DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) menguat ke level 97,81.
Baca Juga: Kapan Fitur Live TikTok Kembali Muncul di Indonesia? Begini...
Lalu Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,203%. Sebagau informasi, UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.
Berdasarkan data transaksi 25 – 28 Agustus 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp0,25 triliun, terdiri dari jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp10,79 triliun, serta beli neto sebesar Rp2,62 triliun di pasar saham dan Rp7,93 triliun di pasar SBN.
Baca Juga: Ferry Irwandi Bongkar Siapa Dalang Demo yang Sebabkan Kerusuhan Serta Cara Cegah Darurat Militer
Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 28 Agustus 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp48,01 triliun di pasar saham dan Rp94,28 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp76,44 triliun di pasar SBN.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," pungkas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan.