Ekonomi

Patriot Bond Danantara, Solusi Utang atau Ancaman Baru bagi Ekonomi Indonesia? Begini Pandangan dari Bennix

Oleh: Katarina Erlita Jumat 12 Sep 2025, 17:58 WIB
Bennix Beri Pandangan Soal Patriot Bond Danantara. (Sumber: youtube.com/@Bennix)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Danantara memperkenalkan instrumen keuangan baru bernama Patriot Bond.

Instrumen ini ditujukan untuk membiayai proyek-proyek strategis nasional, mulai dari transisi energi hingga infrastruktur hijau.

Dengan bunga hanya 2%, Patriot Bond dianggap sebagai cara inovatif untuk mengurangi beban bunga utang negara yang biasanya bisa mencapai 5–6% jika melalui skema Surat Berharga Negara (SBN) atau pinjaman internasional.

Baca Juga: Review Samsung Galaxy S25 FE, Flagship Ekonomis yang Selalu Populer

Namun, meski terlihat menarik, wacana ini menuai kritik dari berbagai kalangan. Para ekonom mempertanyakan apakah Patriot Bond benar-benar akan membantu perekonomian, atau justru memunculkan risiko baru seperti pengeringan likuiditas perbankan.

Dalam video YouTube terbarunya, Bennix memberikan analisis tajam terkait hal ini. Ia menilai langkah pemerintah cukup berani, tetapi tetap harus diwaspadai.

“Gua yakin mereka tidak melakukan ini dengan senyum lebar di dalam hatinya bahwa 2% ini hal yang sangat luar biasa menarik. Enggak. Gua yakin ada sakit hati. Artinya di sini pemerintah juga harus siap-siap. Kalau saja oligarki-oligarki ini di belakang layar ternyata berubah pikiran dan masuk ke dalam pasukan barisan sakit hati, lu jangan kaget. Akan terjadi demonstrasi Indonesia gelap jilid 2, 3, 4, 5, dan seterusnya,” ungkap Bennix.

Patriot Bond memang berbeda dari instrumen obligasi biasa. Ia hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu, terutama pengusaha besar yang masuk dalam lingkaran strategis pemerintah.

Baca Juga: Para Pencari Kerja Merapat! Ada 2 Job Fair yang Berlangsung di Jakarta Selama September 2025

Karena itulah, muncul kecurigaan bahwa obligasi ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan juga sarat kepentingan politik.

Meski demikian, jika berhasil, Patriot Bond bisa menjadi instrumen penting untuk menarik dana oligarki yang selama ini parkir di luar negeri.

Data McKinsey mencatat lebih dari Rp3.250 triliun kekayaan pengusaha Indonesia tersimpan di negara lain.

Bila sebagian dana tersebut kembali melalui Patriot Bond, Indonesia tidak hanya memperoleh pendanaan murah, tetapi juga tambahan likuiditas di pasar domestik.

Baca Juga: iPhone 17 Resmi Rilis dengan Spesifikasi Mantap, David GadgetIn Sampai Senyum-senyum Sendiri Saat Review

Selain itu, proyek yang akan dibiayai melalui Danantara seperti waste to energy diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi polusi. Jika dieksekusi dengan baik, ini bisa menjadi salah satu tonggak transisi energi di Indonesia.

Ke depan, publik masih menunggu kepastian eksekusi Patriot Bond. Apakah benar menjadi solusi inovatif bagi beban utang negara, atau malah memunculkan persoalan baru di ranah politik dan ekonomi?***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita