AYOJAKARTA.COM - Per tanggal 2 Juli 2025, kemarin, terdapat kabar gembira bagi para penerima bantuan sosial di Indonesia.
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD dan SMP telah mulai dicairkan secara bertahap melalui Bank BRI sebagai bank penyalur.
Orang tua siswa dapat mengecek status pencairan melalui website resmi PIP dan memantau rekening SimPel anak-anak mereka.
Besaran bantuan yang dicairkan adalah Rp450.000 untuk jenjang SD dan Rp750.000 untuk jenjang SMP kelas berjalan.
Proses pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga para penerima manfaat diminta untuk bersabar jika dana belum masuk ke rekening.
Sementara itu, untuk program penebalan BPNT senilai Rp400.000 yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pencairan positif telah dimulai untuk KKS yang diterbitkan Bank Mandiri.
Pemegang KKS dari bank lain seperti BRI, BNI, dan BSI masih menunggu proses pencairan lebih lanjut. Untuk bantuan PKH-BPNT tahap kedua dan bansos penebalan BPNT yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia, telah ditetapkan jadwal mulai tanggal 3 Juli hingga 17 Juli 2025.
Baca Juga: 5 SMK Kesehatan di Bekasi Ini Jadi Primadona SPMB 2025, Apa Keunggulannya?
Namun, jadwal ini bervariasi antar daerah tergantung pada jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masing-masing wilayah. Berdasarkan pantauan sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), status pencairan menunjukkan perbedaan signifikan antar daerah.
Beberapa wilayah sudah menunjukkan status "proses cek rekening" atau bahkan "SPM" (Surat Perintah Membayar), sementara daerah lain seperti Kabupaten Banyuwangi masih menunjukkan status "proses burkol" (buru kol/belum selesai).
Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua wilayah akan menggunakan PT Pos Indonesia sebagai penyalur, dan ada kemungkinan pengalihan ke penyalur lain.
Transisi dari sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Sosial Nasional (DTSEN) membawa perubahan besar dalam distribusi bantuan sosial.
Baca Juga: Bantuan Sosial Penebalan Rp400.000 Mulai Cair di 3 Bank, Beras 20 Kg Dijadwalkan Salur Minggu Ini
Perubahan ini menyebabkan fluktuasi penerima manfaat yang cukup signifikan, di mana KPM yang sebelumnya menerima bantuan kemungkinan tidak akan mendapat bantuan di tahap kedua, sebaliknya ada penerima baru yang belum pernah mendapat bantuan sebelumnya.
Untuk program penebalan BPNT, bantuan diperuntukkan khusus bagi 18,3 juta KPM BPNT, baik yang murni BPNT maupun BPNT plus PKH, sedangkan penerima PKH murni tidak mendapatkan bantuan penebalan ini.
Para KPM yang belum menerima pencairan, terutama yang sebelumnya menggunakan PT Pos Indonesia, diminta untuk bersabar dan terus memantau perkembangan melalui sistem monitoring yang tersedia, mengingat banyaknya perubahan dalam sistem penyaluran bantuan sosial periode ini.***